Selasa, 30 Apr 2019 15:29 WIB

Finish di Bukit Kandis, Terios 7 Wonders Sudahi Petualangan di Bengkulu

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Dok. Daihatsu Foto: Dok. Daihatsu
Bengkulu - Tim Terios 7 Wonders Bengkulu menyudahi petulangan 3 harinya di Bengkulu setelah finish di Bukit Kandis, Karang Tinggi, Bengkulu Tengah, pada Senin (29/4/2019).

Bukit Kandis berjarak sekitar 30 kilometer dari destinasi keenam, dengan estimasi waktu tempuh 60 menit. Lokasi Bukit Kandis agak terpencil, jalanan menuju ke lokasi pun cukup menantang, karena didominasi bebatuan ditambah tanjakan dan turunan.



Sesampai di lokasi, para peserta seharusnya bisa menikmati keindahan bentang alam sekitar dengan fasilitas repling dan climbing yang ditawarkan panitia. Namun karena waktu menjelang malam, akhirnya momen pamungkas itu terpaksa dibatalkan.

Meski demikian, para peserta dan tim pendukung cukup puas dengan etape terakhir Terios 7 Wonders, sebab 4 destinasi bisa dikunjungi sekaligus dalam satu hari perjalanan yang cukup melelahkan.

Daihatsu Terios 7 Wonders Daihatsu Terios 7 Wonders Foto: Dok. Daihatsu


Sebelumnya pada pagi hari, peserta diajak menggapai puncak Bukit Kaba di Rejang Lebong. Sebagai informasi, Bukit Kaba merupakan sebuah gunung dengan kawah aktif tengahnya. Tempat ini juga menjadi salah satu cagar alam untuk perlindungan bunga Rafflesia.

Namun untuk mencapai puncak Bukit Kaba yang punya ketinggian 1.835 mdpl, keenam Daihatsu Terios tidak bisa ikut menanjak. Peserta pun harus melanjutkan perjalan dengan ojek motor, dan melanjutkannya lagi dengan menapaki sekitar 300 buah anak tangga.



Usai dari Bukit Kaba, Terios 7 Wonders langsung melanjutkan perjalanan kembali ke dua destinasi wisata berikutnya, yakni Taman Konservasi Puspa Langka dan Hutan Lindung Liku Sembilan.

Di Taman Konservasi Puspa Langka, peserta sebenarnya bisa melihat bunga bangkai. Namun sayangnya, saat kami berkunjung ke sana belum ada lagi bunga bangkai yang mekar, akhirnya perjalanan dilanjutkan ke Hutan Lindung Liku Sembilan untuk melihat salah satu tanaman endemik di Indonesia, Rafflesia Arnoldii.

Meski tempatnya cukup sulit dijangkau karena terletak di bagian lereng, tim panitia ekspedisi Terios 7 Wonders, berusaha sebisa mungkin mengajak peserta ke lokasi di mana Rafflesia Arnoldii ini tumbuh.

Setelah berjibaku dengan trek tanah yang curam dan licin, akhirnya seluruh peserta bisa menjumpai Rafflesia Arnoldii. Kami pun cukup beruntung bisa bertemu dengan tanaman eksotis yang dulunya hanya bisa kami lihat dan pelajari di buku-buku pelajaran SD (Sekolah Dasar).



Terlebih Rafflesia Arnoldii ini termasuk jenis tanaman yang berusia singkat. Seperti dikatakan Ibnu, dari Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu Tengah, Rafflesia Arnoldii ini hanya mekar selama 7 hari. Setelah itu akan mati.

Bunga yang kami jumpai sendiri sudah berumur 3 hari setelah mekar. Artinya bunga yang sempat kami ajak berswafoto tersebut sisa hidupnya, tinggal 4 hari lagi. Untuk diketahui, bunga Rafflesia Arnoldii tidak bisa dibudidayakan. Tumbuhan ini hidup karena proses penyerbukan lewat serangga.

Dan setelah bertemu dengan bunga Rafflesia, tim Terios 7 Wonders pun bisa menutup ekspedisi 'Jelajah Bumi Rafflesia' dengan sempurna. 7 destinasi wisata di Bengkulu, meliputi Konservasi Gajah Seblat, Lebong Rafting, Air Terjun Tri Muara Karang, Bukit Kaba, Puspa Langka, Rafflesia, dan Bukit Kandis bisa dikunjungi dalam 3 hari.

"7 destinasi wisata itu hanya sebagian kecil saja, sebenarnya ada 60 destinasi yang menarik di Bengkulu ini. Sehingga paling hanya sekitar 10 persen saja yang bisa dikunjungi di Bengkulu. Maka itu masih banyak kekayaan alam di Bengkulu, dan di daerah lain yang masih bisa kita kunjungi," terang Rudy Ardiman, Corporate Planning & Communication Divison Head PT Astra Daihatsu Motor. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com