Minggu, 24 Feb 2019 08:14 WIB

Punya Mobil Bertransmisi CVT? Simak Nih Kekurangannya

Dina Rayanti - detikOto
Ilustrasi transmisi CVT pada mobil matik. Foto: dok. Toyota
Jakarta - Transmisi jenis Continously Variable Transmission atau biasa disebut CVT disebut-sebut memiliki keunggulan yang bisa membuat berkendara lebih nyaman.

Dengan transmisi CVT, pergantian gigi pun lebih halus. Meski tak semua mobil-mobil zaman now pun mulai banyak yang mengusung transmisi CVT.


Transmisi CVT pun tak selamanya mulus, ada pula kekurangannya. Mengutip Certified Transmission Repair, Minggu (24/2/2019), kekurangan utama CVT adalah harganya yang mahal. Ketika mobil mengusung transmisi CVT, harga jualnya bisa cukup melambung.

Belum lagi kalau rusak, biaya pergantiannya pun cukup menguras kantong. Disebutkan situs tersebut kalau saat pergantian CVT gagal dilakukan pemilik mobil harus mengeluarkan biaya 3.000-5.000 dolar atau setara dengan Rp 42-70 juta.

Suku cadang yang tersusun dalam transmisi CVT pun sangat mahal dan sulit untuk menggantinya dengan yang lain apalagi mengakalinya. Kekurangan lain transmisi CVT tak bisa menahan tenaga seperti halnya transmisi manual ataupun matik biasa. Inilah sebabnya transmisi CVT jarang digunakan pada mobil berperforma tinggi.

Meski demikian, transmisi CVT disebut dapat membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Kebanyakan mobil yang mengusung transmisi CVT menjadi mobil terhemat.


Mobil-mobil hybrid pun mengusung transmisi CVT agar memaksimalkan efisiensi bahan bakar. Keuntungan lain adalah kenyamanan saat pergantian gigi.

Kalau pada mobil bertransmisi matik biasa saat pergantian gigi masih terasa, tidak dengan CVT. CVT bisa memberikan rasio gigi yang pas sehingga pergantian gigi lebih mulus.


Simak Juga 'Review DFSK Glory 580: Mobil China yang Punya Mesin 1.5 L Turbo':

(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com