Kamis, 07 Feb 2019 12:51 WIB

Mercy Harap Pemerintah Tak Lupakan Mobil Hybrid

Luthfi Anshori - detikOto
Mesin Mercedes-Benz E 350 EQ Boost Foto: Lamhot Aritonang Mesin Mercedes-Benz E 350 EQ Boost Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pemerintah sudah memberikan kisi - kisi terkait insentif kendaraan listrik di Indonesia. Sayangnya, insentif tersebut saat ini masih dirancang khusus hanya untuk mobil listrik saja.

Hal itu diungkapkan penasihat Khusus Menteri Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kemenko Bidang Maritim, Satryo Soemantri Brodjonegoro beberapa waktu lalu.

Satryo menyebut insentif diberikan untuk mendorong perakitan mobil listrik nasional. Sementara nasib mobil hybrid dan kawan-kawan tampak belum tersentuh regulasi tersebut.

"Perpres ini hanya mengatur kendaraan listrik berbasis baterai titik yang lain ikut pasar biasa," ujar Satryo.




"Kita siapkan insentif meskipun memang ada pro kontra nggak apa-apa kita batasi untuk berbasis baterai. Ada percepatan untuk penyediaan infrastruktur kemudian industri," ungkap Satryo.

Menanggapi hal tersebut, Mercedes-Bend Distributor Indonesia, berharap agar pemerintah tetap memberikan insentif untuk mobil hybrid. Apalagi mobil hybrid tergolong penting sebagai transisi dari mobil bensin ke mobil listrik.

"Kita dapat info (insentif) itu full listrik. Tapi ada satu versi juga bahwa itu termasuk hybrid dan sebagainya. Kami sih tidak mau spekulasi, tapi tetap memberikan feedback kepada pemerintah. Harapan kita adalah juga dari hybrid itu masuk, karena kalau dari internal combustion langsung ke listrik menurut kami terlalu cepat," kata Deputy Director Sales Operations & Product Management Mercedes-Benz Distributor Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto, di Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2019).



Dengan memberikan insentif ke mobil hybrid, maka diharapkan proses transisi dari mobil bensin ke mobil listrik akan jelas.

"Jadi kami harapkan ada steping-nya yang jelas. Internal combustion, ke hybrid dulu, baru full listrik. Itu oke. Tapi misalnya (insentif) full listrik saja, impact-nya tidak terlalu besar ya. Karena sekarang banyak yang masih hybrid. Namun kami terus menunggu sampai aturannya clear. Harapan kami hybrid masuk (skema insentif), sih. Meskipun kami ada (mobil listrik), tapi melihat infrastruktur sekarang. Itu terlalu drastis," pungkas Kariyanto.



Tonton juga video 'Si Kecil Sporty, SUV Mercy':

[Gambas:Video 20detik]


Mercy Harap Pemerintah Tak Lupakan Mobil Hybrid
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed