Kamis, 31 Jan 2019 18:51 WIB

Bisa Dibui, Kenapa Operasikan GPS Saat Nyetir Dinilai Berbahaya?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Aplikasi Google Maps di HP. Foto: Dadan Kuswaraharja Aplikasi Google Maps di HP. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Penggunaan GPS dianggap berbahaya karena mengganggu konsentrasi berkendara. Padahal, perangkat maupun aplikasi GPS cukup membantu untuk pengendara yang tidak familiar dengan jalan dan tujuan yang dilalui.

Kenapa menggunakan GPS saat mengemudi dianggap berbahaya sehingga berpotensi dibui? Penggunaan GPS yang berbahaya adalah yang mengalihkan fokus berkendara.

"Yang bahaya yang terlalu mengandalkan GPS," kata Andry Berlianto, instruktur Rifat Drive Labs kepada detikOto.



Dia menilai, saat mata melihat arah lain (termasuk perangkat atau aplikasi GPS), maka pengendalian menjadi tidak fokus. Ujung-ujungnya bisa rentan hilang kendali seperti berubah lajur.

"Mengganggu konsentrasi karena teralihkan kegiatan lain, mengemudi wajib fokus karena 'driving a vehicle is 100 % full time job'," kata Andry.

Ada baiknya, lanjutnya, sebelum memulai jalan pelajari dulu jalur dan petunjuk-petunjuknya yang ada di GPS. Andry juga memberikan tips agar tetap aman menggunakan GPS.

"Set dari awal perjalanan dari dan ke mana," kata Andry kepada detikOto.



Mengutip laman Rand Separ, salah satu perusahaan pendampingan persoalan kecelakaan kendaraan di New Jersey, lakukan pemrograman tersebut sebelum Anda tancap gas. Jangan memprogram tujuan di GPS saat mengemudi. Berikan waktu untuk menginput informasi ke GPS sebelum memulai perjalanan.

Sebelum pergi, nyalakan mode suara yang paling bersahabat bahasanya. Pakai bahasa Indonesia yang mudah dipahami untuk mengetahui arah mana yang sebaiknya dituju.

"Jangan terpancing terpaku melihat arah (di GPS). Pastikan pandangan ke depan untuk tetap meng-observasi bahaya," ujar Andry. Jika ada pendamping atau penumpang, biarkan dia yang memonitor penggunaan GPS dan mengarahkan tujuan.

Pelajari rute perjalanan di GPS sebelum berangkat. Jika harus mengecek GPS untuk memastikan rute mana yang harus dilalui, sebaiknya berhenti. Jika harus mengubah rute di GPS, cari tempat aman untuk mengoperasikan GPS kembali. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com