Senin, 12 Nov 2018 09:00 WIB

Berkat Dolar, Harga Civic Type R Tembus di Atas 1 Miliar

Ridwan Arifin - detikOto
Honda Civic Type R (Foto: Ari Saputra) Honda Civic Type R (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) sudah melakukan penyesuaian harga terhadap mobil Completely Built Up (CBU) yang diboyongnya. Termasuk Civic Type R, pertama kali diperkenalkan harganya Rp 997 juta, dan menjelang akhir tahun 2018, sedan performa tinggj yang diimpor dari Inggris mengalami dua kali kenaikan.

Salah satu penyebab kenaikan tidak dapat dipungkiri karena sempat menguatnya dolar di angka Rp 15 ribu. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Honda Jakarta Center, Hendra Kristiawan saat di sela-sela acara first anniversary R Club di Jakarta Selatan.

"Ya betul di tahun ini di Rp 1,19 miliar, jadi memang karena dolar juga cukup tinggi pastinya berpengaruh, karena kan semua ini, jadi sekitar naik Rp 22 Juta," ungkap Hendra kepada detikOto.



"Sudah dua kali kenaikan harga, pertama itu awal tahun 2018 dari pihak APM (agen pemegang merek), terus kemarin itu karena sempat dolar kan 15 ribuan cukup stabil itu kenaikan harga yang kedua kalinya," kata Hendra.

Mengingat rupiah yang mulai menguat atas dolar, akankah Honda Civic Type R mengalami penurunan harga jual? kata Hendra, pihaknya belum bisa memastikan soalnya wewenang tersebut hanya bisa dilakukan HPM.

"Kalo harga jual memang sepenuhnya adalah wewenang dari pihak APTM dari Honda Prospect Motor, jadi memang kita pihak dari Main Dealer tidak punya hak menentukan harga," ungkap Hendra.



Salah satu cara Honda untuk memanjakan konsumennya adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mewadahi pemilik mobil. Civic Type R sendiri sudah dibentuk komunitas Club R Indonesia, untuk menguji performa kendaraannya di tahun 2018 ini sudah melakukan track day di Sirkuit Sentul sebanyak tiga kali.

Honda Civic Type RHonda Civic Type R Foto: dok. Honda


"Kita tetap mau acara ini berlangsung dengan baik, dalam arti ini kan baru first anniversary, kami harapkan tetap ada yang kedua dan seterusnya, karena awalnya dari sejak berdiri hanya ada 6 anggota sebagai pencetus hingga saat ini berkembang sekitar 33 anggota," ungkap Hendra.

(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed