Jumat, 02 Nov 2018 12:52 WIB

China Berguru ke Jerman Saat Bangun Industri Otomotifnya

Dina Rayanti - detikOto
Interior mobil China DFSK Glory 580. Foto: Ruly Kurniawan Interior mobil China DFSK Glory 580. Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]


China saat ini menjadi salah satu raksasa otomotif terbesar di dunia. Dalam setahun puluhan juta mobil diproduksi di sana. Misalnya pada tahun 2017, berdasarkan data International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA) China memproduksi 29 juta unit mobil.

China bahkan menyalip Jepang yang mobil-mobilnya sudah tersebar di dunia. Pada periode yang sama Jepang hanya mampu memproduksi 9,6 juta mobil dalam kurun waktu satu tahun.


Kegigihan China dalam membangun industri otomotif bisa diacungi jempol karena memulainya dari nol. "Dulu saat pertama kali memulai industri otomotif, China belum memiliki apa-apa. Kemudian mengajukan proposal ke Ford namun ditolak," beber Managing Director of Sales Center DFSK Franz Wang di sela-sela kunjungannya ke markas detikOto.

Tak menyerah, China kemudian menawarkan proposalnya ke pabrikan Jerman untuk bisa membangun industri otomotif di Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Setelah itu China ke Jerman dan mengajukannya ke Volkswagen. Dan diterima oleh Volkswagen, mulai saat itu industri otomotif China mulai tumbuh. Mobil-mobil Volkswagen pun hingga saat ini masih memegang pangsa pasar terbesar di China," tutur Franz.

Di negaranya sendiri, produsen mobil di China terus bertumbuh. Saat ini menurut Franz ada sekitar 120 pabrikan yang menawarkan mobil-mobil buatannya.


Sayangnya produsen mobil China kadang masih dianggap sebelah mata terkait kualitas mobilnya itu sendiri.

"10 tahun lalu saat kami mulai ekspor ke Eropa, kami punya 1 distributor di Jerman menjual mobil kami mereka (konsumen) datang ke showroom dan bertanya-tanya kenapa kami harus membeli mobil dari China," cerita Franz.

"Kemudian diler kami kembali bertanya, Anda punya HP, TV bisa dicek itu buatan mana. Mungkin kebanyakan peralatan rumah tangga Anda juga dibuat di China namun tak disadari. Inilah saatnya Anda juga bisa beralih ke mobil China," sambung Franz. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed