Kamis, 18 Okt 2018 16:11 WIB

Esemka dari Buatan Siswa SMK Hingga Dicap Mobil China

Dina Rayanti - detikOto
Esemka Rajawali. Foto: Rachman Haryanto Esemka Rajawali. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Perjalanan panjang harus ditempuh oleh calon mobil nasional Esemka jika nantinya benar-benar terwujud. Sejak tahun 2007 Esemka awalnya dikembangkan oleh Sukiyat yang juga diketahui sebagai penggagas mobil tersebut.

Sukiyat kemudian mengerjakan Esemka bersama dengan siswa-siswa SMK asal Klaten. Hingga akhirnya mobil Esemka mencuat ke permukaan dan digunakan oleh Joko Widodo yang saat itu menduduki jabatan sebagai Wali Kota Solo.

Esemka Rajawali Sukiyat.Esemka Rajawali Sukiyat. Foto: Bayu Ardi Isnanto

Tak habis sampai di situ. Esemka masih harus berjuang agar bisa menjadi mobil nasional pertama Indonesia. Isu Esemka memang terus bergulir tanpa diimbangi dengan kehadiran mobil tersebut. Dalam jangka waktu 11 tahun itu, nama Esemka pun hilang timbul.


Tidak jarang Esemka sering disebut sebagai kendaraan politik karena namanya mencuat ketika menjelang pemilihan umum. Namun hal itu sudah dibantah oleh Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono.

"Hilang lagi itu karena kita harus membuat satu tim yang benar-benar profesional untuk membangkitkan produk itu, jadi nggak hanya tim kecil yang bisa memproduksi satu Esemka saja nah itu yang kita nggak mau," ucap Diaz.

"Jadi harus tim profesional besar yang bisa memproduksi massal. Itu yang selama ini masih naik turun. Mulai dari Pak Jokowi di Solo, itu mulai dari pabrik kecil. Dengan pabrik segitu kapasitas segitu, nggak mungkin lah kita bisa membuat mass production dengan jumlah yang banyak," lanjutnya.

Belum jelas hingga saat ini mobil Esemka mana yang tengah dikembangkan. Namun beberapa waktu lalu, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan PT Solo Manufaktur Kreasi dan PT Adiperkasa Citra Esemka Hero sudah diperbolehkan untuk memproduksi Esemka secara massal.


"NIK (Nomor Indentifikasi Kendaraan) dan TPT (Tanda Pendaftaran Tipe) kendaraan motor untuk keperluan Uji Tipe dan produksi sudah selesai. Sehingga secara administrasi perusahaan (PT Solo Manufaktur Kreasi dan PT Adiperkasa Citra Esemka Hero) telah dapat memproduksi kendaraan (Esemka) secara massal," jelas Putu.

Menurutnya hasil Uji Tipe ada delapan Esemka yang siap mengaspal di Indonesia. Dan kalau melihat namanya tidak ada mobil hasil karya Sukiyat dalam daftar tersebut. Mobil buatan Sukiyat dan anak-anak SMK disapa dengan Esemka Rajawali. Mobil berbentuk SUV.

Sedangkan mobil penumpang SUV yang ada dalam daftar lulus Uji Tipe adalah Esemka Garuda. Esemka Garuda sempat terlihat di salah satu jalanan saat sedang diangkut menggunakan truk dan tertangkap kamera warganet. Berwarna putih, mobil memiliki tulisan Esemka di bagian kiri bawah dan sebelah kanannya tertulis 'Garuda 1'.

Esemka Garuda 1.Esemka Garuda 1. Foto: dok. Facaebook

Sejak saat itu nama Esemka Garuda mulai mencuat di permukaan. Warganet pun menyamakannya dengan mobil China Foday Lanfort. Kemudian detikOto juga melakukan penelusuran mencari informasi lebih lanjut soal Foday Lanfort. Secara bentuk, Esemka Garuda dan Foday Lanfort memang memiliki kemiripan.


Tidak hanya Garuda, kemudian ada juga sebuah mobil double cabin bertuliskan Esemka Digdaya. Di China, merek Foday juga memiliki pikap double cabin dengan nama Lion F22. Esemka Digdaya yang sempat ramai di media sosial pun diperhatikan mirip dengan Lion F22.

detikOto hingga saat ini masih menunggu klarifikasi karena baik dari PT SMK maupun PT ACEH belum ada yang mau angkat bicara terkait Esemka. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed