Hingga saat ini, mobil listrik memang belum sepenuhnya berkembang di semua negara layaknya mobil berbahan bakar konvensional. Negaranya yang mengembangkan mobil listrik pun biasanya seirama dan memiliki ciri khas tertentu.
"Salah satu ciri negara adopsi EV mereka PDB-nya relatif cukup tinggi, penduduknya tidak terlalu banyak, di luar Jerman dan China," jelas Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam Diskusi Kendaraan Listrik yang diadakan detikcom dan CNN Indonesia di 100 Eatery and Bar, Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (4/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui selain Jerman dan China, Norwegia merupakan salah satu negara yang disebut-sebut menjadi surganya mobil listrik. Kukuh mengatakan mobil listrik bisa berkembang pesat di sana karena Norwegia tak memiliki industri otomotif.
Mobil-mobil yang berseliweran di sana tidak diproduksi di dalam negeri melainkan datang dari negara lain. Tercatat sekitar 37 persen kontribusi penjualan mobil listrik, dari total pasar mobil domestik di Norwegia.
Hingga saat ini penjualan mobil listrik di negeri itu melampaui angka 100.000 unit. Norwegia memiliki target yang cukup ambisius, yaitu mengakhiri penjualan kendaraan bensin dan diesel di 2025.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun