Harga LCGC Tembus Rp 150 Juta Itu Sesuai Restu Pemerintah

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 13 Sep 2018 17:17 WIB
Toyota Calya. Foto: Rangga Rahardiansyah
Jakarta - Harga LCGC (Low Cost Green Car) yang terus beranjak naik membuat beberapa kalangan menjerit. Banyak yang bilang harganya justru kemahalan untuk sebuah mobil LCGC sehingga tidak pantas lagi masuk ke segmen mobil murah itu.

Memang tidak semua harga LCGC itu tembus Rp 150 juta, hanya ada beberapa model saja. Sisanya masih menjual mobil LCGC dengan harga tidak jauh beda dari batas tertinggi Rp 95 juta.


Para produsen mobil memang tidak boleh sembarangan dalam menentukan harga LCGC ini. Mereka harus mengacu pada aturan Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Pemerintah juga turut andil dalam penentuan harga ini. Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy saat penentuan harga Brio Satya mengatakan masih menunggu keputusan dari pemerintah. Honda sendiri baru merilis harga Brio Satya kemarin (12/8/2018). Padahal Brio meluncur sebulan sebelumnya.

Hal itu juga diamini oleh Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto.

"Iya benar," ujar Soerjo saat dikonfirmasi detikOto soal penentuan harga LCGC menunggu keputusan pemerintah.


Memang mobil LCGC ada batasan harganya Rp 95 juta namun boleh melebihi itu karena menyesuaikan kondisi ekonomi, nilai tukar, teknologi, hingga transmisi yang digunakan. Seperti diketahui ada beberapa model LCGC yang harganya sudah hampir menyamai mobil MPV.

Tercatat yang paling mahal adalah Honda Brio Satya E CVT seharga Rp 162,5 juta. (dry/lth)