"Dr Mahathir melihat pada sudut bagaimana Kebijakan Otomotif Nasional akan berada di tingkat internasional, bergerak menuju mobil listrik (EV) dan EEV, dan rantai nilai yang menyertainya, yang meliputi elektronik, kecerdasan buatan, dan segala hal yang berkaitan tentang internet," diungkapkan oleh PM Mathatir Mohamad melalui Wakil Menteri Dr. Ong Kiang Min, dilansir dari situs berita Malaysia Nst, Rabu (15/08/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama besar proton tidak bisa lepas dari Mathatir Mohamad, karena sejak diluncurkan pada tahun 1986 industri otomotif di Malaysia semakin bergairah.
Untuk mendulang kembali kesuksesan yang sama dan menjadi kebanggaan warga malaysia. Senada dengan PM Mathatir Mohamad, Dr Rezal Khairil Ahmad selaku Chief Eksekutif NanoMalaysia menekankan agar proyek Mobnas ketiga ini juga tetap mengacu pada kemajuan zaman.
Ia menambahkan menambahkan bahwa program semacam itu (EV dan EEV) akan secara khusus mengubah industri vendor otomotif lokal dari model perdagangan, perakitan dan distribusi menjadi yang lebih bernilai dan inovatif. Sehingga bisa dipastikan akan berbeda dengan Proton yang ada saat ini.












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini