Rabu, 18 Jul 2018 19:31 WIB

Mobil China Itu Beda Segmen dengan Mobil Korea

Dina Rayanti - detikOto
Kia Sodena Foto: Dina Rayanti Kia Sodena Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Masuk ke Indonesia tahun 2017, mobil merek China Wuling memiliki prestasi tersendiri. Dalam kurun waktu satu tahun dan hanya memiliki dua model, Wuling berhasil menjual 13.000-an unit mobilnya di Indonesia.



Angka tersebut cukup besar buat pendatang baru. Terlebih kalau dibandingkan dengan produsen-produsen mobil Korea Selatan seperti Kia ataupun Hyundai. Kia misalnya sepanjang tahun 2017 hanya menjual 543 unit mobil sementara Hyundai 561 unit.

Meski begitu, Kia tetap menyambut baik dengan kehadiran produsn mobil China yang semakin agresif.



"Semua produk pasti ada plus minusnya, jadi kehadiran mobil China itu sebenarnya menambah pilihan untuk customer. Karena nggak bisa juga kita menyesuaikan harga dengan kemauan dan kebutuhan di Indonesia, karena kita produk global," tutur General Manager Marketing PT Kia Mobil Indonesia, Ridjal Mulyadi di Jakarta.

"Kedua kita anggapnya positif (hadirnya mobil China) karena market jadi tumbuh besar, dengan harapan kita tambah besar," sambung Ridjal.



Namun Ridjal tak menampik produsen China sedikit berpengaruh terhadap penjualan mobil-mobilnya sehingga menjadi berkurang.

"Kalau merasa tergerus iya, tapi kebetulan kelas kita tidak berbenturan (dengan mobil China). Memang efek secara keseluruhan ada, contoh main di range harga pasti ketemu untuk model Kia yang lain (bukan Sedona), namun fitur dan kualitas berbeda," pungkas Ridjal. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed