Jumat, 06 Jul 2018 09:45 WIB

Ide Mobil Bertenaga Sampah Plastik dari Mahasiswa Indonesia

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil Tenaga Sampah Hasil Ide Kreatif Mahasiswa UGM. Foto: Dok. Shell Mobil Tenaga Sampah Hasil Ide Kreatif Mahasiswa UGM. Foto: Dok. Shell
London - Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menjuarai kompetisi Shell Ideas360 di London, Inggris. Mereka menciptakan gagasan "Smart Car Microalgae Cultivation Support", ide mobil energi sampah.

Tiga mahasiswa Indonesia dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, dan Thya Laurencia Benedita Araujo berhasil menjadi juara kompetisi Shell Ideas360 2017/2018 dengan mengusung gagasan di sektor energi berjudul "Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS)" pada Kamis (5/7/2018) di London, Inggris.

Mereka mengalahkan 4 tim finalis lainnya yang berasal dari 4 negara yaitu tim mahasiswa dari American University of Sharjah (Uni Emirat Arab), University of Texas (Amerika Serikat), University of Bordeaux (Perancis) dan University of Melbourne (Australia).

Tim Smart Car MCS dari UGM menuaikan ide kreatif untuk tenaga kendaraan bermotor yang lebih ramah lingkungan. Mereka dapat mengonversikan limbah plastik menjadi energi alternatif baru yang rendah emisi.



Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jenna Jambeck, yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Science (www.sciencemag.org) pada Februari 2015, penduduk Indonesia yang tinggal di sekitar 50 kilometer dari garis pantai menghasilkan 5,4 juta ton sampah plastik. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik nomor dua terbesar di dunia.

Keprihatinan terhadap kondisi ini dan melihat tren konsumsi energi yang terus meningkat sementara ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis membuat tim Smart Car MCS berpikir kreatif. Ide mengonversi sampah plastik jadi energi alternatif baru diwujudkan menjadi gagasan berjudul Smart Car Microalgae Cultivation Support, yaitu ide mobil pintar yang menggunakan limbah plastik sebagai sumber energi alternatif.

"Berbagai uji coba, diskusi panjang dengan tim dan para dosen kami lakukan untuk melahirkan gagasan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masa depan dunia," kata Herman, tim manajer Smart Car MCS.

Smart Car MCS didesain dengan reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kg sampah plastik. Proses pirolisis plastik adalah proses degradasi plastik menggunakan panas suhu tinggi tanpa adanya oksigen. Sumber panas datang dari gas buang knalpot mobil yang suhunya dapat mencapai di atas 400ÂșC. Mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. Pengembangan Smart Car ini tidak hanya dapat memproduksi bahan bakar dan biofuel, namun juga mengurangi persoalan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Tim Smart Car MCS menjadi satu-satunya tim mahasiswa Indonesia yang sukses mencapai tahap final dan menjadi juara sejak pertama kali kompetisi Shell Ideas360 diadakan di tahun 2013. Herman dan tim pun dapat berbangga hati karena kerja keras dan perjuangan panjang mereka menghasilkan pencapaian luar biasa dengan menjuarai final Shell Ideas360 2017/2018 dan berhak mendapatkan hadiah berupa perjalanan ekspedisi eksklusif.



Sekadar diketahui, Shell Ideas360 adalah sebuah ajang kompetisi yang menantang para mahasiswa seluruh dunia untuk mengembangkan beragam ide dan gagasan dalam menghadapi tantangan global di sektor energi, pangan dan air. Kompetisi yang telah dimulai sejak tahun 2013 ini menjadi bagian dari festival inovasi Shell Make the Future.

"Kami sangat senang dapat mengambil bagian dalam ajang ini dan menjadi juara di kompetisi adu gagasan inovasi bergengsi dunia Shell Ideas360," kata Herman.

Keberhasilan Tim Smart Car MCS, ternyata tak hanya sukses merebut hati para juri melalui gagasan Smart Car Microalgae Cultivation Support, namun juga berhasil mendapatkan dukungan terbanyak dalam jajak pendapat dan menjadi gagasan terfavorit pilihan publik atau Audience Choice. Gagasan mobil pintar tim Smart Car MCS dinilai sebagai sebuah ide yang paling inovatif dalam membantu dunia di masa depan. Suara yang didapat dalam jajak pendapat ini menyumbang 20% skor/nilai dalam penentuan pemenang hadiah utama musim ini.

Darwin Silalahi, President Director & Country Chairman PT Shell Indonesia menyampaikan rasa bangga serta bahagia atas perjuangan dan pencapaian Tim Smart Car MCS dari Universitas Gadjah Mada. "Selamat kepada tim mahasiswa Smart Car MCS atas keberhasilan yang luar biasa menjadi juara kompetisi Shell Ideas360. Pencapaian tingkat dunia yang diraih Tim Smart Car MCS ini merupakan hal yang sangat membanggakan, tidak hanya untuk tim dan almamaternya tetapi juga untuk bangsa Indonesia. Kami memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras tim dalam menemukan gagasan revolusioner yang bermanfaat untuk masyarakat dunia di masa depan."

Lebih lanjut Darwin menambahkan bahwa generasi muda memegang kunci untuk menghadapi beragam tantangan dalam bidang energi, pangan dan air di saat ini dan masa depan. Oleh karena itu, Shell sebagai perusahaan energi memiliki komitmen dalam turut mendorong generasi pemimpin dan inovator masa depan untuk memikirkan tantangan global akan ketersediaan energi, pangan dan air dalam beberapa dekade mendatang. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed