Sabtu, 26 Mei 2018 03:15 WIB

Dolar Ngamuk, Honda Tahan Harga Mobil

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Meski nilai tukar dolar AS terhadap rupiah terus menguat, Honda masih menahan harga jual mobil. Foto: Grandyos Zafna Meski nilai tukar dolar AS terhadap rupiah terus menguat, Honda masih menahan harga jual mobil. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Nilai tukar dolar yang terus menguat terhadap rupiah akan membuat ongkos pembuatan mobil membengkak. Namun meski dolar sudah mencapai Rp 14.000, Honda masih menahan harga mobilnya.

"Belum ada penyesuaian harga, sampai Lebaran belum ada rencana untuk menaikkan harga," ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy, di Jakarta.


Harga mobil menurut dia tidak mesti ikut terkerek naik saat nilai tukar dolar menguat. "Nggak bisa ikutin dolar terus, dolar naik, harga mobil naik," ujarnya.

Di kesempatan menjelang Lebaran ini, Honda malah menyiapkan berbagai insentif untuk mempermudah masyarakat mudik dengan mobil baru.


Entah itu program bunga 0 persen selama 3 tahun, bunga rendah 2,1 persen, atau uang muka sebesar 20 persen. Insentif itu berbeda-beda tergantung jenis mobilnya.

"Kalau yang bunga 0 persen berlaku buat BR-V, Brio, CR-V mungkin yang DP 20 persen," ujarnya.

Untuk penjualan mobil sampai akhir tahun, Honda tidak mengubah targetnya, tetap 180.000 unit. "Itu plus 5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujar Jonfis. (ddn/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed