Kamis, 10 Mei 2018 09:17 WIB

Pencinta Mobil Mewah di Indonesia Kian Menjamur

Ruly Kurniawan - detikOto
BMW X3 di Gunung Bromo (Foto: Ruly Kurniawan) BMW X3 di Gunung Bromo (Foto: Ruly Kurniawan)
Surabaya - Beberapa waktu lalu, sebelum dolar menguat terhadap rupiah, perekonomian Indonesia terbilang membaik. Hal tersebut dirasakan oleh beberapa pelaku otomotif di dalam negeri seperti BMW. Berdasarkan datanya mereka melihat bahwa pada penutupan akhir tahun 2017 kemarin ternyata minat bahkan penjualan mobil mewah di Indonesia meningkat.

Di BMW Group Indonesia sendiri hal itu dirasakan pada angka penjualan BMW seri X atau Sport Active Vehicle (SAV). Dibandingkan tahun 2016, kenaikannya sampai 21 persen dari total kontribusi penjualan BMW di Indonesia.



"2016 ke 2017 peningkatannya 21 persen untuk BMW seri X. Jadi kenaikannya cukup tinggi dari tahun sebelumnya sehingga bisa kita katakan bahwa respons untuk kendaraan Sport Activity Vehicle (SAV) sudah semakin meningkat untuk kendaraan premium dengan kontribusi paling tinggi adalah X1," ucap Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania kepada wartawan di sela-sela kegiatan BMW Destination X Bromo Driving Experience 2018, Surabaya, Jawa Timur.

"Hal ini karena ada banyak faktor, pertama adalah faktor ekonomi. Karena sekarang semakin membaik (perekonomian) dengan adanya tax amnesti yang sudah selesai serta ada faktor lainnya. Dan dari BMW sendiri kita juga meluncurkan banyak produk terbaru dari BMW X, mulai dari BMW X1 di akhir 2016, lalu fitur-fiturnya juga baru," lanjutnya.



Tapi memang, hal itu tidak bisa dikatakan secara detil karena belum ada penelitian lebih lanjut. Yang jelas, kenaikan tersebut jelas terlihat dari total angka penjualan yang tercatat.

"Karena untuk brand premium teknologi masih sangat mempengaruhi dan juga desain terbaru, inovasi, masih sangat memegang hal penting. Namun kalau detilnya, cukup sulit untuk dikatakan," kata Jodie.

Dengan kenaikan hal tersebut bukan berarti mobil premium atau mewah bisa bersaing secara langsung terhadap roda empat mass production ya, Otolovers. Soalnya, berdasarkan data Gaikindo pun tiap tahunnya kontribusi dari mobil seperti ini masih rata-rata di bawah satu persennya.

"Premium segment ini dari total penjualan di Indonesia masih di bawah satu persen, tapi ini masih terus berkembang sehingga bisa kita katakan masih ada perkembangan dalam hal pangsa pasar," tutup Jodie. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed