Selasa, 03 Apr 2018 16:45 WIB

Esemka Belum Kuat Lawan Mobil-mobil Buatan Jepang

Dina Rayanti - detikOto
Esemka Belum Kuat Lawan Mobil-mobil Buatan Jepang Foto: Bayu Ardi Isnanto Esemka Belum Kuat Lawan Mobil-mobil Buatan Jepang Foto: Bayu Ardi Isnanto
Jakarta - Nama Esemka mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Esemka sendiri pertama kali dikembangkan pada tahun 2007 dan sempat diklaim bakal menjadi mobil nasional.



Niat awal Esemka dibuat adalah berdasarkan keinginan sang penggagas Esemka, Sukiyat untuk bisa membuat mobil nasional. Dengan harapan mobil tersebut bisa laku di pasaran, dijual massal, bahkan menjadi kendaraan dinas para pejabat Tanah Air.

"Semangat merah putih saya memang kepengin punya mobil nasional. Dan awalnya hanya berniat untuk mentransfer ilmu ke anak-anak SMK," kata Sukiyat saat dihubungi detikOto, Selasa (3/4/2018).



Esemka sendiri pernah mencuat kala presiden Joko Widodo menjabat sebagai Walikota Solo karena ia memilih Esemka Rajawali sebagai kendaraan dinasnya. Mobil yang diklaim sebagai karya anak bangsa itu langsung melejit di seluruh Indonesia.

Bahkan sempat dikabarkan Esemka juga akan dijadikan kendaraan dinas para Menteri kala itu. Perjalanan Esemka untuk bisa menjadi mobil nasional bisa dibilang kurang mulus nih Otolovers. Tahun 2010 misalnya, Esemka gagal uji emisi.



Kemudian saat uji emisi kembali dilakukan pada tahun 2012, Esemka gagal untuk kedua kalinya. Baru pada Agustus 2012 mobil buatan anak bangsa ini lolos uji emisi dan dianggap memenuhi standar sebuah mobil untuk diproduksi.

11 tahun berselang Esemka versi produksi massal belum juga menampakkan batang hidungnya. Sukiyat mengaku emgnalami banyak kendala dalam perjalanannya mengembangkan Esemka.

"Nggak gampang, ini kan kita mau buat kendaraan yang dipakai umum (orang banyak). Kita belum siap lawannya APM (Agen Pemegang Merek), nggak kuat saya sendiri. Uangnya semua-semuanya lah belum kuat," tutur Sukiyat.

"Nggak ada bantuan juga (saat kembangkan Esemka), kita nggak kuat, dan nggak pernah minta modal juga," lanjut Sukiyat.



Meski begitu, Sukiyat masih memiliki motivasi untuk memproduksi mobil nasional. Tak menyerah pada Esemka, Sukiyat justru beralih memproduksi mobil desa yang siap diproduksi massal pada Agustus mendatang yakni KMW (Kiat Mahesa Wintor).

"KMW ini ingin merealisasi keinginan mewujudkan kendaraan karya anak bangsa," ungkap Sukiyat beberapa waktu lalu. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed