Daihatsu sebagai produsen yang memiliki pilihan mobil LCGC pun angkat suara, jika memang keputusan ini benar-benar dilaksanakan.
"Pada dasarnya semua keputusan itu pasti ada implikasinya. Kalau misal sampai tidak bisa ikut, pajak kan naik. Sampai hari ini LCGC yang menikmati pajak itu bukan kita lho, bukan kita sebagai pembuat tapi customer," kata Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, di Padang Sumatera Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu langkah apa yang akan diambil Daihatsu, jika memang jilid kedua LCGC benar-benar diterapkan?
"Ya belum putus kan? Dan bentuknya, masih mau dasar CO2 atau konsumsi bahan bakar kan belum tau. orang awam kan nggak tau. Paling tahu-nya 1 liter untuk berapa km tesnya kan gampangnya. Sampai hari ini belum keluar, karena kalau yang tanya peraturan wacana-nya banyak, tapi impelemetasinya belum keluar. Kita belum bisa ngomong," ujar Amel. (lth/dry)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit