Lantas bagaimana di Indonesia? Dihubungi oleh detikOto, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara menuturkan hal tersebut bisa juga terjadi karena adanya pergeseran.
Namun tidak akan signifikan karena masyarakat Indonesia masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk transportasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi untuk sekarang, ketersediaan angkutan umum masih jauh dari memadai apalagi ideal. Sehingga masyarakat masih banyak yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk saat ini," tambah Kukuh.
Senada dengannya, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menuturkan bahwa bila transportasi sudah canggih, angkutan umum memadai, dan lain sebagainya, hal tersebut kemungkinan bisa terjadi.
"Kalau transportasi sudah begitu cangihnya dan lain-lain, ya ada aja kemungkinan kesana. Tapi saya rasa sih nggak langsung 100% tidak beli mobil pribadi semua gitu ya, mungkin berkurang tapi tidak signifikan. Karena mau bagaimanapun orang kita inginnya tidak ribet, lalu mobil juga sudah jadi kebutuhannya," papar Jongkie. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun
Masa Keemasan Mobil China Disebut Bakal Berakhir