Selama periode tersebut Nissan mengaku justru membuat program untuk menyadarkan konsumen akan keunggulan mobil-mobil buatannya.
"Nissan itu puasa, justru karena puasa Nissan menjadi lebih kreatif. Program-program sederhana yang kami lakukan karena begini kami menanamkan kepada jaringan penjualan bahwa penjualan mobil tuh bukan hanya di-drive oleh model baru," kata Vice President Director of Marketing and Sales PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Davy J Tuilan di Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Beli Part Nissan Kini Tidak Perlu ke Diler |
Menurut Davy semua hal itu dilakukan karena Nissan menghadapi situasi 'kepepet' karena tak ada produk baru yang ditawarkan. Sehingga harus bisa memiliki strategi agar mobilnya tetap bisa laku di pasaran bersaing dengan mobil merek lain.
"Dulu mungkin saat Grand Livina jualannya masih moncer nggak pernah kita mikir apa yang bisa kita jual lagi, produknya ya gitu-gitu aja kita bikin tantangan 7 liter. Jadi orang di tengah-tengah situasi seperti ini ternyata Livina itu nyaman, irit, dan lain-lain jadi itu semua effort marketing yang kami lakukan karena kepepet," jelas Davy.
"Tapi dari kepepet kami belajar mudah-mudahan ke depan waktu kita punya produk baru dengan ilmu kepepet bisa lebih bagus lagi jualannya," pungkasnya. (dry/ddn)










































