Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 08 Agustus 2017, 16:46 WIB

Di Thailand Bisa Berbagi Mobil Listrik Toyota

Ruly Kurniawan - detikOto
Di Thailand Bisa Berbagi Mobil Listrik Toyota Foto: Toyota
Bangkok/Pontianak -

Bekerja sama dengan Universitas Chulalongkorn, Toyota membuat sistem berbagi kendaraan listrik. Layanan berbagi kendaraan ini mulai beroperasi bulan Desember di sekitar kampus Bangkok.

Toyota menyediakan mobil listrik mungil dalam layanan Ha:mo ini. Mobil diklaim Toyota cocok untuk perjalanan jangka pendek. Sistem ini sudah diluncurkan di Jepang tahun 2012 dan mulai menjamur di kota lain seperti Tokyo, Okinawa, Okayama, dan Grenoble di Prancis.

Total ada 30 unit mobil listrik yang disediakan Toyota plus 12 stasiun yang berada di sekitar kampus dan terminal bus serta kereta. Toyota dan universitas juga menyediakan lahan parkir untuk 33 kendaraan, dimana 10 lahan parkir memiliki tempat pengisian baterai.

"Di Eropa, shifting car ini digunakan sebagai transportasi antar kampus atau intra perusahaan yang menggunakan kartu sebagai kunci dan identitas pengendaranya," ujar Executive GM PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto saat ditanya tentang layanan yang unik ini, apakah mungkin bisa diterapkan di Indonesia.

Melihat dukungan pemerintah untuk memproduksi mobil listrik (EV) yang ramah lingkungan, Soerjo mengaku Indonesia miliki kesempatan yang besar untuk sistem tersebut. "Kekurangan mobil EV kan pada jarak tempuhnya. Nah dengan bermediakan Sharing-Car, saya rasa EV akan sangat tepat digunakan karena dapat terkontrol dengan jelas," paparnya.

Namun persoalan terbesar pada sistem itu, menurut Soerjo, ialah tidak menggeser pekerjaan lainnya. "Kampus di Indonesia itu sudah banyak yang punya bis kampus sendiri. Nah ini yang jadi masalahnya. Bagaimana sistem ini hadir beriringan dengan mereka," ucap Soerjo.

"Mungkin sistem ini akan diadopsi untuk kendaraan dari perusahaan satu ke lainnya atau fasilitas kendaraan di Mall," tambahnya.

Selain itu, kesiapan masyarakat Indonesia juga menjadi perhatian penting. "Dilihat juga sih kalau masyarakat kita udah nyaman dengan layanan taxi online, cukup sulit juga untuk adopsi sistem ini," papar Soerjo.

Untuk merealisasikan hal tersebut, dirinya menambahkan akan dengan senang hati menerima provider yang menawarkan sistem berbagi kendaraan ini. "Kita sih kalau ada provider yang menawarkan akan dengan senang hati diterima dan dipikirkan. Kami akan siapkan mobilnya sesuai dengan ranah kami," tutup Soerjo.


(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +