Alasan itu pula yang membuat penjualan Toyota Yaris cukup anjlok jika dibandingkan bulan sebelumnya. Melirik data wholesales (dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada bulan Mei kemarin, seluruh varian Yaris hanya berhasil terjual 649 unit.
Padahal pada April lalu Yaris berhasil terjual 1.477 unit. Ini justru berbanding terbalik dengan Sienta. Sienta yang pada April lalu hanya terjual 332 unit, pada Mei malah meningkat hingga 1.946 unit.
Faktor Lebaran juga cukup mempengaruhi penjualan jenis mobil di luar MPV mengalami peningkatan. Masyarakat Indonesia cenderung memilih mobil yang bisa menampung kapasitasnya lebih banyak.
"Market Hatchback dan SUV turun dibandingkan tahun lalu. Karena lebaran, orang lebih memilih MPV dibandingkan non MPV," tutur Executive General Manager PT Toyota Astra Motors (TAM), Fransiscus Soerjopranoto kepada detikOto.
Jualan Toyota sendiri masih dipimpin oleh MPV Avanza, diikuti Kijang Innova, dan juga LCGC 7-seater Calya. (dry/lth)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Iran Hujani Israel dengan Rudal, Kendaraan Rusak Dievakuasi dari Lokasi Ledakan