Kolaborasi Mitsubishi dengan Nissan kemungkinan akan menghasilkan produk silang di segmen Low MPV.
Bisa saja Nissan memiliki MPV baru yang berbasis dari XM Concept. Kemungkinan produksi silang tersebut dikatakan Chairman of The Board Mitsubishi Motors Corporation Carlos Ghosn.
"Industri kami (otomotif) adalah industri skala. Semakin besar skala yang bisa didapat, maka akan semakin kompetitif. Karena itu, semakin banyak anggota aliansi baru, kita semakin bisa bersaing," ujarnya kepada wartawan, di kawasan Greenland International Industrial, Bekasi, Selasa (25/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carlos Ghosn Foto: Ari Saputra |
Selain itu, President & CEO Mitsubishi, Osamu Masuko mengatkan bahwa, ada kemungkinan juga, produk Small MPV untuk Nissan dibuat di pabrik Mitsubishi.
Pabrik Mitsubishi saat ini hanya memiliki total kapasitas produksi 160 ribu unit per tahun, yang saat ini digunakan untuk small MPV Mitsubishi dengan kapasitas produksi 80 ribu unit, All-New Pajero Sport 40 ribu unit, dan L300 40 ribu unit. Tapi kapasitas itu bisa ditingkatkan.
Osamu Masuko Foto: Ari Saputra |
Foto: Ari Saputra |
"Di masa depan, mungkin bisa saja kami menyuplai small MPV untuk Nissan. Kapasitas produksi kami yang saat ini 160 ribu unit per tahun bisa ditingkatkan hingga maksimal 240 ribu unit," pungkasnya
Untuk produk Small MPV Mitsubishi sendiri, rencananya akan diluncurkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Agustus mendatang.
Foto: Ari Saputra |
Sementara, untuk peluncuran small MPV Nissan, belum ada informasi lebih lanjut lagi. Nissan sendiri sebenarnya memiliki produk Low MPV lewat Nissan Evalia. Namun mobil ini kurang bertaji di pasar Low MPV, jauh dibandingkan pesaingnya. (khi/ddn)












































Carlos Ghosn Foto: Ari Saputra
Osamu Masuko Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra
Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun