"Ya karena kalau kita kan aset yang paling bermanfaat itu sebenarnya bukan kendaraannya, yang paling penting itu orang yang ada di dalamnya,
jadi kalau bisa bukan hanya kendaraan premium tapi semua kendaraan bisa memiliki safety feature yang bagus," tutur Executive General Manager Vehicle Sales Operation Sub Directorate PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto di Penang Bistro, Jakarta, Rabu (29/3/2017).
"Setiap orang atau setiap brand punya standarnya masing-masing akhirnya dengan standar masing-masing itu dia menyatakan mobilnya itu sudah
safety tapi pada saat terjadi tabrakan sebagian besar mencederai penumpangnya," sambung Soerjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kan di Asia kita menganut ASEAN NCAP juga, jadi kendaraan juga ada tes untuk memenuhi tes tersebut, nah rasanya antara ASEAN NCAP
sama peraturan pemerintahnya harus di-aligning sih," tutur Soerjo.
Sebagian besar fitur keamanan yang sudah tersemat di mobil-mobil di Indonesia setidaknya sabuk pengaman dan airbag.
Setidaknya diharapkan ke depan fitur-fitur seperti Vehicle Stability Control, Brake Assist, dan fitur canggih lainnya bisa tersemat di mobil-mobil yang dijual di Indonesia. (dry/ddn)











































Komentar Terbanyak
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan