"Era engineering sudah selesai, cukup single platform, kuncinya di desain, looking good kemudian punya emosi untuk orang beli mobil ini dan pada saat orang yang memiliki, LCGC misalnya, generasi muda mulai meng-customized," kata Dosen Desain Indsutri di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu di Jakarta.
Menurut Yannes, kaum millennial tersebut ingin membuat mobil yang bisa menunjukkan identitas dari seorang pemiliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, mobil kini tidak dipandang sebagai kebutuhan, sudah beralih menjadi bagian gaya hidup.
"Generasi muda yang kelahiran baru-baru ini mementingkan gaya hidup, identitas diri, dan mereka semua kreditor tangguh, apa saja kredit. Kalau dilihat mobil itu 7 tahun sekali baru ganti platform, orang butuh pembaruan," jelas Yannes. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu