Beberapa waktu lalu, bos Fiat Chrysler, Sergio Marchionne memang berujar bahwa pihaknya menginginkan terjadinya merger antara kedua perusahaan. Namun kemarin, CEO VW, Matthias Mueller, justru menampik hal tersebut.
"Kami belum siap untuk pembahasan apa pun, kami masih memiliki beberapa masalah yang harus dipikirkan. Saya bahkan sudah lama tidak bertemu dengan Marchionne," tegas Matthias Mueller, ketika ditemui pada acara Geneva Motor Show 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya kami tidak tertarik, dan sekarang kami semakin tidak tertarik," ujar Dann Ammann.
Seperti dilansir Reuters, bergabungnya PSA dan Opel memang menjadi penyebab utama Fiat Chrysler kini berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan di Eropa. Perusahaan yang sedang memiliki utang ini hanya memiliki saham di pasar Eropa sebanyak 7 persen. Hal ini tak pelak membuat Marchionne memutar otak dan memutuskan untuk menawarkan merger dengan perusahaan lain.
"Kami harus benar-benar membuat perhitungan skala pasar dengan matang, karena jika tidak, kami tidak akan mendapatkan keuntungan yang kami harapkan dari bisnis ini," ungkap Marchionne.
Jika terwujud, sebenarnya kombinasi VW dan Fiat Chrysler ini akan membuat mereka memimpin pasar Eropa dengan saham hampir sekitar 30 persen. Selain itu, VW juga akan mendapat keuntungan dari kuatnya operasi Fiat di Amerika Utara dan Asia. Namun Mueller menegaskan, fokus VW bukan di situ.
"Kami merasa skala pasar bukan menjadi yang utama. Kami hanya ingin tetap menjadi perusahaan manufaktur yang sukses secara menyeluruh di setiap sisinya," jelas Mueller. (rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek