"Kalau secara total akumulasi total sih masih Kijang. Kijang itu kan ada dimana-mana, terutama di Timur tengah. Terus nomor dua Vios," ujar Direktur Senior TMMIN, Edward Otto Kanter, kepada wartawan, di Kawasan Ancol, Jakarta, Rabu (8/3/2017).
Baca juga: Kencan Bareng Innova di Bali
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ari Saputra |
Pada awal perdana kegiatan ekspor dilakukan, Toyota Kijang Super atau Kijang Generasi ke tiga dikirim masih dalam skala kecil ke negara tujuan Brunei Darussalam dan beberapa negara Asia Pasifik.
Foto: Ari Saputra |
Lebih lanjut kegiatan ekspor ditingkatkan, di 2004 Toyota mengirim Kijang Innova dan Fortuner dalam jumlah yang cukup signifikan ke beberapa negara di Asia-Pasifik, serta Timur Tengah.
Foto: Ari Saputra |
"Tapi untuk tahun-tahun ini, kan Fortuner lagi jadi primadona. Tapi kalau secara total tetap Kijang, kalau selama 30 tahun itu Kijang," ucap Edward.
Baca juga: Menjajal Ketangguhan Toyota Fortuner
Selain Kijang dan Fortuner, sejak dimulainya proyek Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV) di 2004 Toyota semakin percaya diri untuk mengekspor produk kendaraan utuhnya (CBU).
Foto: Ari Saputra |
"Avanza mulai 2004, Rush 2007, Town Ace dan Lite Ace mulai 2008, Vios itu 2013, Yaris dan Agya 2014. Dan tidak lupa juga produk baru kita Sienta yang mulai kita ekspor di 2016," tambah Edward.
(khi/ddn)












































Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra
Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit