Seperti kita tahu menggunakan gas memang bisa mengurangi emisi, namun salah satu tantangan adalah masalah tabung gas yang menyita tempat di bagasi kendaraan. Atau juga pandangan masyarakat yang takut gas bisa meledak, belum soal garansi yang hilang kalau pengguna mobil memodifikasi mobilnya memakai konverter gas.
Foto: detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Focus Group Discussion (FGD) berikutnya Perhubungan harus ikut. Karena ini juga bisa memecahkan masalah. Misalnya daerahnya kita bagi, untuk daerah-daerah semua kendaraan umum menggunakan gas. Kalau sekarang kan kita converter kit, ini ada masalah lagi. Karena si pemilik mesin merasa, ini bukan dari pabrikan ini bisa merusak garansi, jadi banyak yang takut menambahkan converter kit," tambah Putu.
Namun jika ada pabrikan yang sudah ada yang memproduksi kendaraan gas, ini menjadi langkah bagus untuk bisa menekan emisi karbon.
"Tapi kalau memang didesain (produksi-Red) menggunakan gas, seperti Hino yang pasti CNG dan ini tidak perlu BBM lainny. Hal kedua, itu yang lebih penting lagi mengenai usia, kendaraan tua yang boleh jalan itu usianya berapa, dan pajaknya lebih mahal (untuk kendaraan tua-Red). Semacam ini perlu didiskusikan juga," kata Putu.
(lth/ddn)











































Foto: detikcom
Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek