Kalah Saingan, Haruskah Honda Produksi PCX di Indonesia?

Kalah Saingan, Haruskah Honda Produksi PCX di Indonesia?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 14 Nov 2016 09:11 WIB
Kalah Saingan, Haruskah Honda Produksi PCX di Indonesia?
Foto: Rengga Sancaya
Denpasar - Di Indonesia, persaingan skuter matik (skutik) bongsor bermesin 150 cc masih diungguli Yamaha dengan model NMAX. Sedangkan skutik bongsor 150 cc dari Honda, PCX secara penjualan masih kalah jauh dengan Yamaha NMAX.

Dari catatan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan Yamaha Nmax per bulannya sudah berada di atas 20.000 unit. Sedangkan PCX penjualannya berkisar antara 300-600 unit per bulan.

Presiden Direktur Astra Honda Motor (AHM), Toshiyuki Inuma mengakui, harga PCX yang terpaut cukup tinggi dibanding Yamaha Nmax menjadi salah satu alasan mengapa PCX kalah dengan Nmax. Sebabnya, PCX saat ini masih didatangkan secara utuh (completely build up/CBU) dari Vietnam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segmen matik premium memang sekarang meningkat. Banyak orang yang ingin naik kelas ke segmen premium. Tapi untuk kami sejauh ini, kami hanya punya PCX, dan harganya masih terlalu tinggi dibanding NMAX, kami tidak bisa bersaing dengan mereka (NMAX). Kami memerlukan model step up dari Vario 150 untuk matik premium. Tapi PCX terlalu tinggi, jadi kami memerlukan model yang lebih terjangkau," kata Inuma di sela makan malam sebelum touring All New Honda CBR250RR World Premiere Journalist Test Ride di Kuta, Bali.

Jika ingin berkompetisi dengan NMAX, mungkin Honda harus memproduksi PCX di dalam negeri untuk menekan harga. Strategi seperti itu sempat dilakukan AHM pada model CBR150R yang sebelumnya diimpor dari Thailand dan mulai 2014 lalu diproduksi di dalam negeri. Kala itu, Honda berhasil menekan harga CBR150R dari Rp 42,9 juta sampai Rp 43,65 juta saat diimpor dari Thailand menjadi Rp 28,5 juta sampai Rp 29,1 juta untuk CBR 150R versi lokal pada peluncurannya September 2014 lalu.

"Ya memang (PCX mungkin akan lebih kompetitif jika diproduksi di Indonesia). Sama kasusnya dengan CBR150R, sebelumnya kami mengimpor dari Thailand, dan sekarang diproduksi di Indonesia, sehingga harganya menjadi lebih murah. Itu mungkin bisa saja terjadi dengan PCX jika diproduksi di Indonesia. Tapi, konsepnya sedikit berbeda. Mungkin PCX kami meski diproduksi secara lokal, tidak bisa head to head dengan NMAX. Mungkin konsumennya berbeda. PCX lebih premium, tapi NMAX lebih sporty. Konsepnya sangat berbeda. Menurut saya, tidak harus selamanya kami (Honda dan Yamaha) head to head," kata Inuma-san menanggapi pertanyaan detikOto soal kemungkinan produksi lokal PCX.

(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads