Dari catatan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan Yamaha Nmax per bulannya sudah berada di atas 20.000 unit. Sedangkan PCX penjualannya berkisar antara 300-600 unit per bulan.
Presiden Direktur Astra Honda Motor (AHM), Toshiyuki Inuma mengakui, harga PCX yang terpaut cukup tinggi dibanding Yamaha Nmax menjadi salah satu alasan mengapa PCX kalah dengan Nmax. Sebabnya, PCX saat ini masih didatangkan secara utuh (completely build up/CBU) dari Vietnam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ingin berkompetisi dengan NMAX, mungkin Honda harus memproduksi PCX di dalam negeri untuk menekan harga. Strategi seperti itu sempat dilakukan AHM pada model CBR150R yang sebelumnya diimpor dari Thailand dan mulai 2014 lalu diproduksi di dalam negeri. Kala itu, Honda berhasil menekan harga CBR150R dari Rp 42,9 juta sampai Rp 43,65 juta saat diimpor dari Thailand menjadi Rp 28,5 juta sampai Rp 29,1 juta untuk CBR 150R versi lokal pada peluncurannya September 2014 lalu.
"Ya memang (PCX mungkin akan lebih kompetitif jika diproduksi di Indonesia). Sama kasusnya dengan CBR150R, sebelumnya kami mengimpor dari Thailand, dan sekarang diproduksi di Indonesia, sehingga harganya menjadi lebih murah. Itu mungkin bisa saja terjadi dengan PCX jika diproduksi di Indonesia. Tapi, konsepnya sedikit berbeda. Mungkin PCX kami meski diproduksi secara lokal, tidak bisa head to head dengan NMAX. Mungkin konsumennya berbeda. PCX lebih premium, tapi NMAX lebih sporty. Konsepnya sangat berbeda. Menurut saya, tidak harus selamanya kami (Honda dan Yamaha) head to head," kata Inuma-san menanggapi pertanyaan detikOto soal kemungkinan produksi lokal PCX.
(rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta