Ternyata, limbah baterainya justru menjadi limbah berbahaya. Fakta ini disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi. Dia menyebut, mobil listrik juga memiliki polusi. Selain dari pembangkit listrik yang di Indonesia masih menggunakan pembangkit batu bara, polusi juga ditimbulkan oleh baterai.
"Mobil listrik ada emisinya. Yang namanya baterai, itu adalah polusi yang paling bahaya. Itu racunnya luar biasa," kata Nangoi kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"20 tahun lagi itu berapa banyak limbah baterai, pasti banyak, misalkan satu tahun 2 juta mobil listrik. Kita siap enggak limbahnya itu. 20 tahun kemudian baterainya buangnya ke mana," ucap Nangoi.
"Nah itu Anda bayangin satu orang satu baterai itu dibuang-buang ke tanah. Di Jepang enggak boleh buang kayak begitu. Baterai harus dibuang khusus, jadi tidak boleh sembarangan," lanjutnya.
Makanya, soal teknologi kendaraan ramah lingkungan, produsen mobil tak hanya mengembangkan mobil listrik atau hybrid. Justru dia menganggap mobil hidrogen yang lebih bersih.
"Di otomotif kalau ngomogin green itu bukan hanya listrik dan hybrid. Tapi hidrogen. Itu lebih clean sebetulnya. Karena kalau listrik itu baterainya bahaya," pungkas Nangoi.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat