Kepala Humas Blue Bird Teguh Wijayanto mengatakan, biasanya konsumen yang puas setelah membeli mobil eks taksi akan kembali membeli mobil bekas taksi lagi setelah dua atau tiga tahun. Kosumen yang kembali membeli mobil eks taksi itulah yang menjadi indikator kepuasan pelanggan bagi Blue Bird.
"Biasanya kalau yang puas ada yang repeat. Udah tiga tahun beli lagi. Kadang-kadang baru dua tahun beli lagi. Salah satu indikatornya yang repeat itu," kata Teguh kepada detikOto di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau perusahaan taksi di Malang sering tuh untuk peremajaan berapa unit, pasti menghubungi saya. Itu taksi reguler. Untuk taksi eksekutif belum sih. Jarang ada perusahaan taksi yang punya izin eksekutif," sebut Tri.
Menutur Tri, pihak perusahaan pembiayaan (leasing) yang bekerja sama dengan Blue Bird untuk menjual mobil eks taksi pun mengakui bahwa tak sedikit konsumen yang membeli kembali mobil eks taksi. Bahkan hal itu sudah dirasakan sejak Blue Bird menjual Toyota Soluna eks taksi.
"Kalau masukan dari leasing, mereka bilang bahkan ada customer mulai dari mobil kita Soluna, terus 2005 keluar baru dia beli, terus kreditnya habis beli lagi yang 2007. Itu cerita dari leasing, bukan dari kita lho," kata Tri.
Saat disinggung apakah ada keluhan dari pembeli mobil bekas taksi Blue Bird, Tri mengaku pernah ada keluhan. Tapi, keluhan itu biasanya karena penggunaan.
"Misalnya pada kasus Limo, ketika agak panas, dia (customer) enggak ngerti, bablas aja (tetap dipaksa jalan). Kalau misalnya ada masalah, kita juga enggak pernah lepas tangan walaupun sebelum beli kita sarankan untuk test drive," ujar Tri. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun