Sebelum pajak mengalami kenaikan, tahun 2013 adalah tahun yang bagus untuk mobil sport McLaren. Namun begitu pajak naik tahun 2014, menjadi 125 persen--yang berlaku untuk mobil bermesin di atas 2.500 cc dan sepeda motor bermesin di atas 500 cc--hal ini langsung membuat pecinta supercar di Indonesia menahan diri untuk memiliki mobil super.
"Pajak ini yang berubah pada 2014 seperti import tax, luxury tax, perubahan nilai mata uang, ini sedikit yang meredam konsumen (ingin membeli mobil super-Red)," kata Chief Executive Officer of McLaren Jakarta, Irmawan Poedjoadi, di Senayan Jakarta, Kamis (15/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, McLaren optimistis. Perekonomian Indonesia masih akan terus berkembang. Sehingga meski pajak naik, masih ada konsumen yang berkeinginan membeli mobil super.
"Tapi tentunya kita sebagai masyarakat Indonesia atau penguasaha, kita harus berpikir optimis. Bahwa perekonomian kita akan membaik dan membaik lagi, tingkat kesejahteraan kita lebih baik. Sehingga kemudian hari, bisa merambah ke pasar supercar," katanya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat