Jika melihat data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan sepeda motor pada Juni 2026 mengalami peningkatan signifikan, dibandingkan dengan penjualan bulan sebelumnya hingga 7,5 persen atau mencapai 515.136 unit. Melihat fenomena tersebut, apakah ini dampak dari meningkatnya Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi saat ini?
Astra Honda Motor (AHM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) motor Honda di Indonesia menyampaikan, hal itu tidaklah benar.
"Enggak-lah .Masing-masing tuh ada pergerakan. karena daya beli, kebutuhan mobilitas itu membentuk market-lah ya (banyak masarakat yang memilih untuk melakukan pembelian sepeda motor-Red)," ujar Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang kalau punya daya beli, butuh mobilitas, itu kan juga beda-beda pilihannya.Bisa motor, bisa mobil, bisa transportasi umum gitu ya.Nah, di segmen motor itu sendiri saat-saat ini memang kalau secara data itu kan terlihat ada kenaikan. Nah, kami tidak melihat 100% bergesernya karena yang atas (segmen kelas menengah dan atas) turun, itu nggak selalu terjadi seperti itu.Mungkin kalau dia menambah sebagai alternatif mobilitas, iya.Jadi, bukan berarti mereka jual mobilnya, beli motor, nggak begitu," ucap Octa.
Octa menambahkan, meningkatnya penjualan motor karena kebutuhan mobilitas.
"Tetapi nanti dia (masyarakat) akan memilih habit mobility yang mana akan pakai motor, yang mana pakai mobil, Nah, sedangkan kalau real new customer-nya pun di motor ini kan, akan continuously selalu ada juga. Pembeli motor baru ya," kata Octa.
"Kalau di kami kan datanya sebagian pembeli motor itu kan orang yang sudah pernah punya motor.Sebagian lagi adalah yang benar-benar sebelumnya di data kami pun tidak pernah punya motor. Dan itu continuously akan bergerak ke sana.Jadi, ada segmen baru yang ke sana.Nah, segmen barunya ini nggak semata-mata seperti tadi gitu ya (karena banyak PHK)," Octa menambahkan.
PT Astra Honda Motor meluncurkan All New Vario Evo 160 di Cikarang. Skutik ini hadir dengan desain baru, fitur modern, dan mesin 160cc eSP+. Foto: Pradita Utama/detikFoto |
Octa juga menyampaikan penjualan sepeda motor terbanyak di Indonesia masih dipegang wilayah Jawa Barat, bukan Jabodetabek layaknya kendaraan roda empat.
"Jabodetabek itu kalau di motor jauh, jika dibandingkan penjualan mobil ya.Kalau di motor itu kan paling gedenya (paling laris), ada di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogja, baru mungkin Jakarta dan sekitar Jakarta," kata Octa.
"Karena kalau Jabodetabek itu kan sebagian wilayahnya Jawa Barat ya.Dan sekarang yang berkembang, dibeberapa area Sumatera.Menyusul sekarang ada Kalimantan, Sulawesi," ujar Octa.












































Komentar Terbanyak
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan