Toyota Ancam Suzuki di India dengan Daihatsu

Toyota Ancam Suzuki di India dengan Daihatsu

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 10 Feb 2016 08:17 WIB
Toyota Ancam Suzuki di India dengan Daihatsu
Foto: Rangga Rahadiansyah
New Delhi - Toyota kesulitan menembus pasar mobil di India yang sangat dikuasai oleh Suzuki. Untuk mendobrak pasar, Toyota akan mengandalkan Daihatsu.

Produsen Jepang itu menargetkan bisa melipatgandakan pangsa pasar mereka di pasar mobil penumpang menjadi 10 persen di 2025, dan mobil-mobil kecil Daihatsu bisa menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.

Peluncuran mobil Daihatsu di India bisa membantu Toyota meningkatkan pangsa pasar di kendaraan dengan harga terjangkau yang berkontribusi pada 2/3 penjualan mobil di India. Pasar itu sekarang dikuasai oleh Suzuki, Hyundai dan Honda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk bertarung di pasar mobil kecil, kami butuh dukungan yang banyak dari Daihatsu. Toyota sendiri tidak bisa mengembangkannya," ujar CEO Toyota Kyoichi Tanada dalam wawancara dengan Reuters, Rabu (10/2/2016).

Keputusan untuk meluncurkan Daihatsu di India kemungkinan akan diambil pada akhir tahun ini. Toyota sebelumnya sudah mengakuisisi secara penuh Daihatsu sebagai bagian dari strategi untuk menguasai pasar mobil compact di negara berkembang seperti India.

Pemimpin pasar India, Suzuki pun sudah mengetahui adanya ancaman serius dari Toyota ini. Posisi Suzuki di India dan pasar negara lain dalam ancaman serius setelah Toyota membeli seluruh saham Daihatsu.

"Bukan hanya dari aliansi Toyota tapi masuknya produsen mobil internasional lain akan membuat kompetisi lebih ketat," ujar Presiden Suzuki Toshihiro Suzuki.

India diprediksi akan menjadi pasar mobil ketiga pada 2020 mendatang. Saat ini India menjadi pasar mobil terbesar kelima di dunia.

"Di pasar seperti India, mobil kecil masih dibutuhkan, saya secepatnya ingin meluncurkan mobil kecil tersebut," ujarnya.

Toyota sebelumnya sudah meluncurkan sedan Etios dan Liva hatchback, namun penjualannya tidak sesuai harapan. Gara-gara berupaya menekan harga agar tetap rendah, kualitas mobil malah dikritik. (ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads