Banyak Cap Negatif ke Pabrikan Otomotif China, Ini Tanggapan Wuling

Banyak Cap Negatif ke Pabrikan Otomotif China, Ini Tanggapan Wuling

Arif Arianto - detikOto
Jumat, 29 Jan 2016 16:05 WIB
Banyak Cap Negatif ke Pabrikan Otomotif China, Ini Tanggapan Wuling
Foto: George Kibum (Pembaca)
Jakarta - PT SGMW Motor Indonesia (SGMW Indonesia) tak menampik ada keraguan dan stigma atau cap negatif terhadap pabrikan otomotif asal China, karena pengalaman yang terjadi Indonesia selama ini.

Menanggapi hal itu, pabrikan mengatakan akan memberikan bukti nyata. Apa saja?

"Kami memiliki komitmen investasi jangka panjang di Indonesia. Oleh karena itu, kami akan membuat produk yang berkualitas bagus dan dengan harga bersaing. Kami juga akan mempelajari bagaimana jaringan luas yang dimiliki pabrikan lain (pabrikan asal Jepang)," papar Presiden SGMW (Wuling) Indonesia, Xu Feiyun di Jakarta, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukti komitmen SGMW di Indonesi adalah dibangunnya pabrik di atas lahan seluas 60 hektar di Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan pabrik tersebut merupakan bagian dari investasi senilai US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,66 triliun.

Selain itu, SGMW Indonesia, sampai saat ini telah menyiapkan 30 diler yang akan memasarkan mobil pertama produksinya di Indonesia pada 2017 mendatang.

Feiyun juga menyebut, jaringan tersebut bakal diperluas lagi jika penjualan terus menunjukan tren positif. Jaringan ini bukan sekadar melayani penjualan produk saja, tetapi juga penyediaan suku cadang dan layanan servis.

Bahkan, kata dia, sebelum membangun pabrik dan memutuskan untuk memproduksi MPV, SGMW telah melakukan riset tentang perilaku dan selera konsumen Indonesia.

"Kami memahami, konsumen Indonesia memiliki selera yang tinggi terhadap kualitas, desain, maupunΒ  fitur teknologi. Mereka juga memiliki loyalitas yang tinggi terhadap merek. Tapi, akan terus belajar dan mendengarkan, melihat apa keinginan dan kebutuhan konsumen," kata Feiyun.

Bukti keseriusan SGMW untuk menghasilkan produk berkualitas bagus adalah kemitraan dengan 20 produsen komponen lokal Indonesia dan membawa 15 pemasok komponen kondang. "Strategi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan SGMW Indonesia," kata Feiyun. (arf/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads