Wakil Presiden Automotive & Transportation Practice, Asia Pacific Sullivan, Vivik Vaidya mengatakan menurunnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar menyebabkan kecenderungan penurunan penjualan
Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah juga berdampak pada meningkatnya biaya impor pada komponen dan kendaraan Completely Built Up (CBU). Hal itu menjadikan harga kendaraan menjadi lebih mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap harga dari berbagai tipe kendaraan. Impor CBU terutama mobil mewah, cenderung menjadi lebih mahal," ujar Vivik Vadya.
"Mobil LCGC akan paling terkena dampaknya karena tingginya tingkat lokalisasi," lanjutnya.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil di Indonesia sepanjang tahun mengalami penurunan sebesar 16 persen dibandingkan tahun lalu. Angka penjualan tercatat 1.013.291 unit selama tahun 2015.
Diperkirakan penurunan penjualan kendaraan di Indonesia mencapai 4,3 persen pada tahun ini dengan angka 969.100 unit. (nkn/lth)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?