Awas Mobil Tanpa Sopir Memata-matai Penggunanya

Awas Mobil Tanpa Sopir Memata-matai Penggunanya

Arif Arianto - detikOto
Rabu, 27 Jan 2016 08:41 WIB
Awas Mobil Tanpa Sopir Memata-matai Penggunanya
Foto: Volvo
Davos - Mobil otonom alias mobil tanpa sopir bisa memata-matai kegiatan Anda sebagai penggunanya. Maklum, sistem kerja mobil ini layaknya sebuah drone pengintai yang mengumpulkan data pada diri Anda dan lingkungan sekitar dimana Anda berada.

Seorang ahli di World Economic Forum seperti dikutip Info Wars, Rabu (27/1/2016) mengatakan, sistem kerja mobil ini menggunakan berbagai sensor yang memiliki kemampuan merekam hampir semua bagian dari perjalanan penggunanya. Termasuk kebiasaan pengguna saat di dalam mobil.

"Ketersediaan dan resolusi pencitraan dari satelit, drone, mobil otonom, dan yang lainnya akan terus meningkat secara eksponensial," tutur Chief Executive Officer Sedicii Innovation, Rob Leslie.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, teknologi mobil otonom seperti itu akan mendorong terciptanya analisis algoritma, produk dan perusahaan yang semakin canggih. Pakar teknologi bersama mitra mereka di pemerintahan, mencoba untuk mentransformasikan mobil dari simbol kebebasan ke simpul pelacakan data terpusat yang dikendalikan oleh perusahaan mobil, asuransi, serta birokrasi pajak, serta pusat pengendalian mobil.

Serta peserta pertemuan forum ekonomi dunia, Davos Business Insider, Matthew Debord, sebelumnya mengatakan, pengumpulan data merupakan perekat yang mengikat kuat antara mobil tanpa sopir dengan kendaraan lainnya,Β  Mereka bisa berkomunikasi melalui teknologi komunikasi antar kendaraan.

"General Motors bertaruh besar pada konektivitas tanpa kabel berkecepatan tinggi di seluruhΒ  mobil buatanhya," kata dia.

Bahkan, pabrikan mobil mewah seperti BMW dan Audi dengan cepat meningkatkan kemampuan komunikasi digital mobil buatannyaΒ  melalui smartphone.

Β "Google dan Apple juga bereksperimen secar agresifΒ  baik dalam perangkat lunak maupun perangkat keras melalui aplikasi Android Auto, mobil self-driving, dan Apple CarPlay," paparnya.

Departemen Perhubungan sebelumnya telah meminta pabrikan agar memasang teknologi komunikasi pada mobil dan truk yang dipasarkan di Amerika. Teknologi tersebut membuat kendaraan untuk berbagi informasi tentang kecepatan dan arah kepada kendaraan lain melalui teknologi WiFi untuk mencegah kecelakaan.
"Kami berharap teknologi ini sudah dipasang di tempatnya secepat mungkin," ujar Menteri Transportasi Amerika Serikat, Antony Foxx.

Dan yang pasti, dengan teknologi tersebut memungkinkan polisi dengan mudah mengumpulkan data kecepatan mobil yang lewat cukup di pinggir jalan tanpa perlu memasang radar. Dengan cara itu pula, pemerintah pun bisa melacak pajak kendaraan untuk menagih pembayaran pajak.

Sedangkan pabrikan mobil dan mitranya pemasok teknologi juga memiliki kepentingan untuk pengumpulan data pribadi pemilik kendaraanΒ  berikut kinerja mobilnya. Kecepatan, lokasi pengendaraan, dan informasi lainnya mereka butuhkan untuk kepentingan iklan.

Cara seperti itu sudah dilakukan General Motors pada tahun 2011 melalui teknologi OnStar.

"Siapa yang akan tertarik dengan data itu? Mungkin Anda bertanya seperti itu. Lembaga penegak hukum,Β  perusahaan asuransi," kata Zach Bowman. (arf/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads