Memang, mobil jenis Low MPV (Multi Purpose Vehicle) saat ini masih menguasai pasar. Namun menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, saat penjualan mobil menciut, mobil SUV justru menguat.
Mengutip data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, selama periode Januari-November 2015 saja, mobil-mobil jenis SUV merupakan satu-satunya yang mengalami pertumbuhan positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan mobil low MPV justru turun, dari 341.840 unit di tahun 2014, menjadi 242.982 unit di tahun 2015. Mobil sedan juga turun dari 21.132 unit, menjadi 17.404 unit.
Bagaimana kesiapan Toyota menghadapi pergeseran kecenderungan pasar otomotif nasional? Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono mengatakan, pihaknya bisa siap jika pasar otomotif bergeser ke SUV.
"Makanya kapasitas kita di plant satu fleksibel. Misalnya sekarang itu struktur produksi Innova dan Fortuner kira-kira satu banding satu, tapi nanti ke depan bisa saja 1,2 banding 0,8 itu sedang kita usahakan agar produksi kita fleksibel," ujar Warih.
Dia menyebut, pergeseran produksi secara harian juga dilakukan TMMIN. Dengan melakukan modifikasi produksi harian tersebut, Toyota bisa memperkirakan segmen apa yang lebih banyak dibutuhkan konsumen.
"Jadi kalau misalnya market minta Fortuner banyak kita bisa penuhi, kalau pergeseran ke SUV itu bisa kita siapkan," ucap Warih.
(rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE