Pernyataan Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) yang dilansir Inautonews, Senin (4/1/2016),Β menyebut, bulan lalu Partai Liberal Demokrat mengusulkan kenaikan pajak berjenjang untuk pembelian mobil mulai April 2017.
Namun, JAMA telah melobi agar kebijakan iitu tak dilaksanakan, karena konsumen telah membayar pajak pada saat mereka melakukan pembelian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Asosiasi, saat ini konsumen Jepang telah membayar pajak lima kali lipat dibanding konsumen di Amerika Serikat. Walhasil, banyak orang-orang muda di Negeri Matahari Terbit itu yang mengaku tak ingin memiliki mobil.
Bahkan, sejak 2002 lalu pembelian mobil oleh konsumen dengan usia di bawah 40 tahun telah melorot hingga 46 persen. Lantaran itulah, banyak produsen mobilΒ Jepang yang mengalihkan proses produksi ke luar negeri.
Mereka juga berusaha keras untuk memperluas pasar di mancanegara ketimbang di dalam negeri. Terlebih, selama pemerintah Perdana Menteri Shinzo Abe nilai tukar Yen melemah.
Pemerintah Jepang sendiri manrgetkan pajak penjualan tumbuh dari 8% menjadi 10% mulai April 2017 mendatang.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi