Toyota Sebut Pikap PHEV Belum Siap Dipakai Kerja Berat

Toyota Sebut Pikap PHEV Belum Siap Dipakai Kerja Berat

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Rabu, 08 Jul 2026 13:23 WIB
Toyota Hilux
Toyota bilang pikap PHEV belum ideal dipakai buat kerja berat. Foto: Dok. Toyota
Jakarta -

Toyota belum tertarik memboyong teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ke pikap andalannya, Hilux. Meski sejumlah rival asal China sudah lebih dulu menawarkan produk sejenis, mereka menilai teknologi tersebut saat ini belum ideal dipakai kerja berat.

Toyota sebenarnya bukan pemain baru di dunia elektrifikasi. Pabrikan Jepang itu punya banyak model hybrid dan PHEV. Namun, khusus untuk Hilux, Toyota memilih tetap mengandalkan mesin diesel, mild hybrid, hingga versi listrik murni (BEV). Dua tahun lagi, Hilux dijadwalkan punya varian fuel cell electric vehicle (FCEV).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senior Manager Product Planning and Pricing Toyota Australia, Ray Munday, mengatakan Toyota memang terus mempelajari kemungkinan menghadirkan Hilux PHEV. Namun, mereka tak mau terburu-buru meluncurkan produk yang sejatinya belum benar-benar siap.

ADVERTISEMENT
Toyota HiluxToyota Hilux Foto: Dok. Toyota

Menurutnya, tantangan terbesar teknologi PHEV saat ini adalah bobot kendaraan yang bertambah akibat baterai. Hal tersebut berdampak langsung pada kemampuan angkut (payload) dan kapasitas menarik beban (towing), dua aspek yang sangat penting bagi pengguna Hilux.

Toyota khawatir, Hilux PHEV tak mampu menyamai performa versi diesel yang sanggup menarik beban hingga 3.500 kg dengan daya angkut sekitar 1 ton. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebab, Hilux BEV yang sudah diperkenalkan hanya memiliki kapasitas towing 2.000 kg.

"Jadi, sampai teknologinya benar-benar siap, kami tidak akan meluncurkan produk secara terburu-buru. Saat ini, tantangan utama PHEV maupun teknologi elektrifikasi lainnya adalah bobot kendaraan yang bertambah," ujar Munday, dikutip dari Carscoops, Rabu (8/7).

"Hal itu mengurangi kapasitas angkut (payload) sekaligus kemampuan menarik beban (towing). Teknologi yang ada saat ini juga belum mampu memenuhi standar kami terkait kemampuan menarik beban berat yang diharapkan pelanggan Hilux," tambahnya.

Karena itu, Toyota sementara masih memfokuskan pengembangan teknologi PHEV pada mobil penumpang dan SUV. Sementara untuk kendaraan niaga seperti Hilux, Toyota akan menunggu hingga teknologi tersebut benar-benar matang dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yang mengandalkan pikap untuk pekerjaan berat.




(sfn/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads