"Kunjungan kerja kami nanti di Qingdao dalam rangka berdiskusi mengenai pengembangan industri elektronika dan industri otomotif. Kami di sana juga akan meninjau fasilitas pabrik Hisense dan SGMW," kata Saleh dalam keterangannya, Kamis (3/12/2015).
Dalam kunjungan kerjanya ini, Saleh didampingi Irjen Kemenperin Soerjono dan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Hisense, kami akan melihat pusat riset dan pengembangan serta melihat langsung proses produksi untuk ponsel dan televisi. Kami harapkan akan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi untuk pengembangan produk elektronik di Indonesia," ujar Saleh.
Perusahaan ini memiliki 17 fasilitas produksi yang tersebar di China, Afrika Selatan, Algeria, dan Mesir. Untuk ponsel, Hisense mampu memproduksi 15 juta unit per tahun. Indonesia adalah pasar terbesar produk ponsel Hisense di luar China.
Di Indonesia, Hisense menelurkan produk yang dikenal lewat Andromax. Sebelumnya perusahaan ini juga sudah hadir di Indonesia lewat perangkat TV yang cukup populer di Tanah Air, yakni TV Polytron.
Selanjutnya, kunjungan kerja Saleh Husin di pabrik SGMW juga akan melihat langsung fasilitas proses produksinya. Agustus lalu, SGMW Motor Indonesia melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan pabrik perakitan mobil senilai US$ 700 juta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Sementara itu, kunjungan Saleh di Korea Selatan akan menghadiri Sidang Umum Dewan Kemitraan Korea-Indonesia pada 7-8 Desember 2015. Korea Selatan saat ini tercatat sebagai mitra dagang terbesar keempat dan investor asing terbesar ketiga Indonesia.
(rrd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk