Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (31/7/2015) adalah Samy Kamkar, peneliti sekaligus hacker tersebut. Dia menyebut, cara kerja peretasan yang dilakukannya adalah dengan menghadang komunikasi antara aplikasi mobile OnStar RemoteLink dan layanan OnStar di mobil-mobil buatan GM.
Kamkar telah memposting pernyataannya yang direkamnya di video ke media sosial. Dia merilis pernyataan itu setelah sepekan sebelumnya Fiat-Chrysler Automobile menarik 1,4 juta unit mobil buatannya setelah seorang hacker menunjukan betapa mudahnya membobol Jeep Cherokee.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara GM Terrence Rhadigan kepada Reuters melalui email mengatakan, pihaknya kini tengah menyiapkan pembaruan aplikasi RemoteLink yang akan mengatasi kerentanan. "Beberapa saat lagi,β kata Rhadigan.
Dia juga mengaku aksi replikasi atau peretasan sistem aplikasi yang digunakannya di dunia nyata sangatlah tidak mungkin. "Kami percaya kemungkinan mereplikasi demonstrasi ini di dunia nyata tidak mungkin. Selain itu,aksi yang melibatkan satu pengguna pada suatu waktu hanya akan berdampak kepad satu akun tertentu saja,β tulisnya di surat elektronik.
Namun, masalah ini telah menarik perhatian Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat. Bahkan perwakilan dari lembaga itu telah berembuk dengan pejabat GM dan mebhasa soal cacat pada pintu, fitur start-stop,namun tidak melibatkanperangkat sistem keamanan lainnya.
NHTSA juga memberikan beberapa saran, termasuk meminta GM untuk menonaktifkan fungsi aplikasi sampai pelanggan melakukan update. Menurut situs OnStar, saat ini lebih dari tiga juta orang telah men-download aplikasi mobile OnStar RemoteLink untuk Apple (AAPL.O) iOS dan perangkat Google Inc (GOOGL.O).
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun