Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan mengaku tahun ini sebagai periode yang berat bagi industri mobil di Indonesia. Ada beberapa faktor yang membuat laju penjualan mobil terus menurun, salah satunya karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat.
Dari data Gaikindo terlihat penjualan mobil sepanjang Januari-Juni 2015 mencapai 525.458 unit. Johnny memperkirakan penjualan mobil hanya 1 juta unit sepanjang 2015. Karena itu, pengusaha otomotif meminta pemerintah ikut membantu dengan mempercepat realisasi proyek infrastruktur, supaya menjadi pendorong ekonomi yang sedang melambat.
"Target Gaikindo, kan sudah direvisi jadi 1 sampai 1,1 juta unit. Kalau saya lihat kecenderungan 1 juta," kata Johnny saat ditemui di sela acara silaturahmi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (23/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita di lapangan βitu selalu melihat 3 faktor saja, satu adalah masalah faktor mengenai ketersediaan duit, kedua exchange rate, dan ketiga adalah interest rate. Itu saja, kita enggak liatin makro, itu yang paling gampang. Kemudian adanya pemberitaan negatif yang simpang siur," ujarnya.
Dari sisi nilai tukar rupiah, Johnny mengakui pengusaha otomotif sangat terpukul. Meskipun ada perusahaan atau mobil yang 85% komponen sudah dibuat di Indonesia, namun bahan baku komponen tetap ada yang diimpor. Tentunya hal ini mempengaruhi biaya produksi yang semakin meningkat. Belum lagi suku bunga pinjaman yang tidak turun meskipun Bank Indonesia telah mengoreksi BI rate.
"Interest rate manarik dari dulu, nah sekarang ini kan boleh dikatakan BI rate 7,5% tapi kan kenyataan di lapangan, bank-bank kan takut NPL-nya kan, jadi interest rate enggak akan turun, meningkat terus," ujarnya.
Dengan kondisi ekonomi serba sulit serta pengaruh pelemahan rupiah dan ketatnya pinjaman, maka masyarakat memilih menunda rencana pembelian kendaraan. Masyarakat kini lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan primer sedangkan kendaraan masuk kebutuhan sekunder.
Ia memproyeksi penjualan mobil kembali bergairah dalam tempo 1 sampai 2 tahun ke depan. Untuk mempercepat perbaikan industri. Ia berharap agar pemerintah dapat merealisasikan proyek infrastruktur dan energi yang jumlahnya sangat besar. Proyek tersebut memerlukan angkutan transportasi yakni kendaraan.
"Belanja negara banyak. Pembangunan infrastruktur bisa juga lari ke transportasi untuk mendukung aktivitas proyek. Otomotif bukan barang mewah tapi alat transportasi. Sebagai orang otomotif ini trigger. The last quarter, kata Pak Presiden akan dimulai," ujarnya.
(feb/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat