Namun, anggapan itu kini luruh karena Gran Turismo (GT) Academy yang digelar Nissan telah membuktikan melalui game racing pun seseorang bisa menjadi pebalap profesional.
βSelama ini untuk mewujudkan cita-cita menjadi pebalap (mobil) profesional identik dengan harus memiliki banyak uang. Atau paling tidak, dari keluarga pebalap, sebab untuk latihan atau pengadaan sarana juga membutuhkan uang tak sedikit,β papar GM Strategi Pemasaran dan Perencanaan Produk PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βJadi ini kesempatan langka, dan kesempatan sangat berharga bagi para gamer untuk mewujudkan impiannya menjadi racer profesional Nissan,β ucapnya.
Kini babak final GT Academy tengah berlangsung di Sentul Jawa Barat, dan diikuti 20 orang finalis. Dari jumlah itu akan disaring menjadi enam orang pemenang yang akan dikirim ke Silver Stone, Inggris, untuk menjalani pelatihan selama tiga bulan sebelum berkpmpetisi di tingkat lanjutan.
Mode permainan yang dipakai adalah Time Trial, yakni mengukur kecepatan waktu peserta mencapai garis finish. Pada babak awal, peserta kompetisi ini mencapai 15.000 orang lebih. Mereka berasal dari latar sosial dan pendidikan yang beragam.
(arf/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek