Mobil Mazda CX-5 dan Mazda6 Bisa Tahu Kalau Pengendaranya Ngantuk

Mobil Mazda CX-5 dan Mazda6 Bisa Tahu Kalau Pengendaranya Ngantuk

Arif Arianto - detikOto
Senin, 25 Mei 2015 15:25 WIB
Mobil Mazda CX-5 dan Mazda6 Bisa Tahu Kalau Pengendaranya Ngantuk
Ubud - PT Mazda Motor Indonesia melakukan uji jalan New Mazda CX-5 dan Mazda 6 terbaru di pulau Bali. Tes dimaksudkan untuk menguji keampuhan fitur anyar di kedua model itu, salah satunya fitur pendeteksi kelelahan pengendara.

"Fitur yang dinamai Driver Attention Alert itu sekaligus memberi anjuran kepada pengemudi untuk beristirahat," tutur Senior Marketing Manager Mazda Indonesia, Astrid Ariani Widjana, di Ubud, Bali, Senin (25/5/2015).

Menurut Astrid, teknologi ini mulai bekerja saat mobil melaju pada kecepatan 65 kilometer per jam. Selama 20 menit pertama mobil akan merekam data perilaku pengemudi. "Setelah itu secara otomatis sistem menyimpan dan menganalisa data itu," jelas Astrid.

Berbekal data itu, jika kemudian pengemudi menyimpang dari data perilaku itu, atau jika waktu mengemudi sudah melampaui dua jam, maka sistem akan aktif menyimpulkan bahwa pengemudi sudah lelah dan fokus menyetir. Walhasil, sistem pun akan menyarankan pengemudi istirahat.

β€œCaranya menampilkan gambar secangkir kopi," kata Astrid.

Fitur ini diberikan bersama fitur lain. Fitur itu adalah Lane Keep Assist System (LAS), Lane Departure Warning System (LDWS), Adaptive LED Headlamps (ALH) serta Smart City Brake Support (SCBS).

Fitur LAS berfungsi akan mengarahkan kendaraan untuk tetap pada jalur yang semestinya. Fitur ini akan memberikan bantuan tenaga putar roda kemudi ke arah berlawanan di saat mobil mulai menyimpang dari jalur.

Sementara fitur LDWS secara aktif akan memindai marka jalan dan sistem akan secara otomatis memberi peringatan suara jika terjadi perpindahan jalur.

Sedangkan fitur ALH berfungsi memberi bantuan kepada pengemudi untuk mengenali potensi bahaya pada malam hari. Sistem secara otomatis memperluas visibilitas sat kecepatan rendah, mengatur sorot lampu agar tak menyilaukan bagi kendaraan dari arah berlawanan.

Adapun SCBS dengan bantuan pancaran near infrared membantu pengemudi untuk mengukur jarak dengan kendaraan terlalu dekat dan berisiko. Hal ini untuk menghindari potensi risiko kecelakaan.

(Arif Arianto/Dadan Kuswaraharja)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads