"Kita memang sengaja memilih Bali karena sejumlah jalanan yang akan dilalui cocok untuk melakukan pengujian ketiga fitur tersebut," tutur Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia, Astrid Ariani Widjana, di Denpasar, Bali, Senin (25/5/2015).
Selain itu, kata Astrid, pilihan Bali juga disesuaikan dengan positioning Mazda CX-5 yang lebih berkarakater SUV Urban. Meski mobil ini juga cocok dan memiliki kemampuan untuk melibas jalanan semi off-road.
"Sehingga, dengan memilih Bali, feel-nya akan dapat. Sedangkan karakternya juga pas, tentunya ini memberikan gambaran kepada masyarakat seperti apa karakter Mazda CX-5 terlebih setelah ada tiga fitur tersebut," paparnya.
Menurut Astrid, fitur LAS berfungsi akan mengarahkan kendaraan untuk tetap pada jalur yang semestinya. Fitur ini akan memberikan bantuan tenaga putar roda kemudi ke arah berlawanan di saat mobil mulai menyimpang dari jalur.
Sementara fitur LDWS secara aktif akan memindai marka jalan dan sistem akan secara otomatis memberi peringatan suara jika terjadi perpindahan jalur.
Sedangkan fitur ALH berfungsi memberi bantuan kepada pengemudi untuk mengenali potensi bahaya pada malam hari. Sistem secara otomatis memperluas visibilitas sat kecepatan rendah, mengatur sorot lampu agar tak menyilaukan bagi kendaraan dari arah berlawanan.
Adapun SCBS dengan bantuan pancaran near infrared membantu pengemudi untuk mengukur jarak dengan kendaraan terlalu dekat dan berisiko. Hal ini untuk menghindari potensi risiko kecelakaan.
(Arif Arianto/Aditya Maulana)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?