"Kondisi ekonomi mengalami kemunduran. Kita terkoreksi, tapi pikap tidak terlalu signifikan," ujar 4W Marketing Brand Development Group of Carry PT Indomobil Suzuki Sales Tri Agung di acara Kabar Wirausahawan Suzuki Carry di Surabaya, Sabtu (9/5/2015).
Ia menerangkan, penjualan all tipe Suzuki mengalami penurunan. Namun, penjualan di kelas pikap Suzuki malah mengalami kenaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, penjualan pikap di Jawa Timur sejak 2013 terus mengalami kenaikan. Kontribusi pikap di Jatim pada 2013 mencapai 9,9 persen. Tahun 2014 10,8 persen. Sedangkan penjualan selama Januari-Maret 2015 mencapai sekitar 11,50 persen.
Pada kuartal I-2015, penjualan pikap sebanyak 958 unit. Sedangkan tahun lalu 865 unit. Penjualan Carry pikap di Jatim ini menyumbangkan sekitar 10 persen dari penjualan nasional.
"Daerah yang paling banyak (nopol) L (Surabaya), W (Sidoarjo, Gresik) dan N (Malang raya). Kebanyakan konsumen dari pribadi sekitar 90 persen. Sedangkan 10 persen sisanya ini dari korporasi," terangnya
Agung mengatakan, kondisi perekonomian yang tidak baik pada penjualan otomotif diperkirakan sampai 3 tahun ke depan. Namun, Suzuki sudah menyiapkan berbagai langkah dan strategi.
"Kita harapkan bisa cepat recorverinya, dan kami sudah menyiapkan strategi lain (untuk mendongkrak penjualan Suzuki)," tandasnya.
(roi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat
Jangan Campur Pertalite dengan Pertamax Turbo, Pokonya Jangan!