Sekretaris Jenderal Gaikindo Noegardjito menuturkan, pihaknya memang mengusulkan untuk menghadirkan BBM yang memiliki RON yang bagus atau standar internasional. Karena, teknologi mesin pada mobil pun seharusnya tidak lagi menggunakan BBM RON88 tapi minimal RON92.
"Pertalite itu memang belum RON92, tapi setidaknya sudah mendekati 92. Kami mendukung untuk adanya BBM dengan spek standar internasional, itu dari dulu bukan sekarang dan kami juga sudah menyampaikan secara resmi pada 8 atau 9 tahun lalu," ungkapnya sambil tersenyum usai dalam acara Press Conference Media Visit di ICE, BSD, Selasa (5/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fortuner yang diekspor kesana kan harus menggunakan Euro4 karena disana sudah Euro4. Di Indonesianya kami memproduksi 2, yakni yang Euro2 dan EUro4. Itu sudah jelas secara cost tidak akan efektif maka dari itu kami sudah mengusulkan ada BBM baru yang lebih bagus dari dulu," katanya.
(ady/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Kenapa Balik Nama Mobil-motor Bekas Masih Harus Keluar Duit?