"Dalam tiga bulan pertama tahun ini, rata-rata per bulan mencapai 200 - 250 unit. Artinya ini masih on the track dari target yang kami tetapkan," tutur General Manager Marketing and Product Planning Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin kepada detikOto di sela test drive Nissan Juke-R di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2015).
Menurut Budi, catatan penjualan sebanyak itu terbilang prestasi tersendiri. Soalnya, pada saat yang sama hampir semua varian dari berbagai merek yang ada di Indonesia membukukan penurunan penjualan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan kondisi itu semakin bertambah berat ketika nilai tukar rupiah mulai tak berdaya di hadapan dolar.
"Melemahnya nilai tukar ini ternyata berlanjut sampai sekarang. Padahal multiplier effect-nya sangat besar, saat harga BBM juga naik. Jadilah kondisi seperti saat ini," papar Budi.
Dampak berantai dari pengerekan harga BBM itu antara lain semakin tingginya suku bunga dan angka inflasi. Akibatnya, orang juga menunggu sampai kondisi pulih.Sementara menyinggung kehadiran pesaing, Budi mengaku tak berpengaruh besar terhadap Juke. Selain segmentasinya berbeda, juga dikarenakan Nissan memiliki brand image yang cukup kuat.
"Juke memiliki aura sport. Oleh karena itu, saat ini kita juga menghadirkan Juke-R ini, agar citra merek Juke juga semakin terangkat," ucapnya.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun