βIya kami memang tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri. Jumlahnya banyak,β ujar Humas PT Solo Manufaktur Kreasi Dwi Budhi Martono.
Menurut pria yang akrab disapa Toto itu, selama ini pihaknya sudah melakukan produksi secara massal mobil. Jenis atau varian mobil yang dibuat tergantung pemesan yang menginginkannya. Kini, tak kurang dari 150 unit berbagai varian yang tengah dikerjakan Esemka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut profil perusahaan-perusahaan yang meminang untuk bekerja sama dengan Esemka:
1. Garansindo Inter Global
|
CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah
|
Bulan Februari lalu saat pemerintah mengumumkan pengembangan Esemka yang membutuhkan Rp 100 miliar, Garansindo langsung menyambar kesempatan ini.
CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah menyanggupi suntikan modal Rp 100 miliar untuk Esemka. Sayang minat investasi Garansindo di Esemka belum terwujud karena keduanya belum bertemu secara langsung.
βKita sudah siap investasi, dan lain-lain untuk support kerja sama dengan Esemka, setelah hasil pembicaraan lewat telepon beberapa bulan lalu, namun sampai saat ini, tidak ada sambutan positif dari Esemka untuk merealisasikan pertemuan tersebut,β ujar Memet, panggilan Muhammad pada detikOto.
2. BAIC
|
Mobil BAIC C70G
|
Namun BAIC juga memiliki pusat desain Turin Styling Center di Italia. BAIC per tahun 2014 menjadi pabrikan mobil terbesar keempat di Tiongkok dengan angka penjualan 2,4 juta unit. BAIC mulai berdiri setelah membentuk kerja sama dengan Chrysler yang memiliki Jeep pada 1984.
BAIC juga sempat bekerja sama dengan Hyundai untuk memproduksi mobil Hyundai di Tiongkok. Kemudian pada 2010, BAIC mulai memproduksi mobil sendiri dengan tim desain di Italia.
BAIC kini sudah mengekspor mobil ke Brasil, Meksiko, Rusia dan Amerika Selatan. Line up mobilnya cukup lengkap mulai dari konvensional sampai mobil listrik.
3. Perusahaan AM Hendropriyono
|
Dirut PT Adiperkasa Citra Esemka AM Hendropriyono
|
Tadinya perusahaan Hendropriyono ini bermitra dengan Proton Malaysia. Kerja sama dievaluasi selama 6 bulan.
Yang menarik adalah soal nama perusahaan, saat menggandeng Proton adalah PT Adiperkasa Citra Lestari, namun di situs resminya, perusahaan ini kemudian langsung berubah nama menjadi PT Adiperkasa Citra Esemka.
Dengan Edi Yosfi sebagai Komisaris Utama dan AM Hendropriyono sebagai Direktur Utama. Hendropriyono di situs ACE disebutkan pernah menjadi Preskom PT Kia Mobil Indonesia pada 1999-2001.
Namun Hendropriyono membantah mobil yang akan dibangunnya adalah mobil nasional.
βSudah beberapa kali dibilang, itu bukan Mobnas (mobil nasional). Itu salah paham saja. Dikira kita seperti ProtonΒ (Mobnas) bagi Malaysia. Mobil yang akan kita bangun adalah made in Indonesia, titik,β ujarnya.
Halaman 2 dari 4












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun