Dulu Adem Ayem, Esemka Kini Diperebutkan 3 Perusahaan

Dulu Adem Ayem, Esemka Kini Diperebutkan 3 Perusahaan

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Rabu, 22 Apr 2015 11:03 WIB
Dulu Adem Ayem, Esemka Kini Diperebutkan 3 Perusahaan
Jakarta - Mobil Esemka sekarang ibarat gadis muda yang cantik. Mobil yang sejatinya mobil rakitan anak-anak SMK di Solo itu kini dipinang oleh setidaknya 3 perusahaan. Dua di antaranya adalah perusahaan besar dan internasional.

β€œIya kami memang tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri. Jumlahnya banyak,” ujar Humas PT Solo Manufaktur Kreasi Dwi Budhi Martono.

Menurut pria yang akrab disapa Toto itu, selama ini pihaknya sudah melakukan produksi secara massal mobil. Jenis atau varian mobil yang dibuat tergantung pemesan yang menginginkannya. Kini, tak kurang dari 150 unit berbagai varian yang tengah dikerjakan Esemka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œNah, dalam pengerjaan dan paska pengerjaan itu kan butuh penyempurnaan atau tindak lanjut, sehingga produk akan semakin bagus. Di sinilah dibutuhkan banyak mitra,” kata dia.

Berikut profil perusahaan-perusahaan yang meminang untuk bekerja sama dengan Esemka:



1. Garansindo Inter Global

CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah
PT Garansindo Inter Global merupakan perusahaan lokal yang biasa mengimpor mobil-mobil keluaran Fiat Chrysler Automobiles (FCA). Merek yang mereka bawa adalah Jeep, Chrysler, Dodge, Alfa Romeo, dan Fiat. Merek-merek premium itu sukses mereka jual sampai sekitar 1.500 unit per tahun.

Bulan Februari lalu saat pemerintah mengumumkan pengembangan Esemka yang membutuhkan Rp 100 miliar, Garansindo langsung menyambar kesempatan ini.

CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah menyanggupi suntikan modal Rp 100 miliar untuk Esemka. Sayang minat investasi Garansindo di Esemka belum terwujud karena keduanya belum bertemu secara langsung.

β€œKita sudah siap investasi, dan lain-lain untuk support kerja sama dengan Esemka, setelah hasil pembicaraan lewat telepon beberapa bulan lalu, namun sampai saat ini, tidak ada sambutan positif dari Esemka untuk merealisasikan pertemuan tersebut,” ujar Memet, panggilan Muhammad pada detikOto.

2. BAIC

Mobil BAIC C70G
BAIC adalah perusahaan otomotif yang merupakan salah satu dari top 5 di Tiongkok. Dikutip dari situs resminya, BAIC memiliki sekitar 90.000 karyawan dengan dengan markas di Beijing.

Namun BAIC juga memiliki pusat desain Turin Styling Center di Italia. BAIC per tahun 2014 menjadi pabrikan mobil terbesar keempat di Tiongkok dengan angka penjualan 2,4 juta unit. BAIC mulai berdiri setelah membentuk kerja sama dengan Chrysler yang memiliki Jeep pada 1984.

BAIC juga sempat bekerja sama dengan Hyundai untuk memproduksi mobil Hyundai di Tiongkok. Kemudian pada 2010, BAIC mulai memproduksi mobil sendiri dengan tim desain di Italia.

BAIC kini sudah mengekspor mobil ke Brasil, Meksiko, Rusia dan Amerika Selatan. Line up mobilnya cukup lengkap mulai dari konvensional sampai mobil listrik.

3. Perusahaan AM Hendropriyono

Dirut PT Adiperkasa Citra Esemka AM Hendropriyono
Perusahaan yang didirikan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono masuk daftar terakhir perusahaan yang memiliki minat dengan Esemka.

Tadinya perusahaan Hendropriyono ini bermitra dengan Proton Malaysia. Kerja sama dievaluasi selama 6 bulan.

Yang menarik adalah soal nama perusahaan, saat menggandeng Proton adalah PT Adiperkasa Citra Lestari, namun di situs resminya, perusahaan ini kemudian langsung berubah nama menjadi PT Adiperkasa Citra Esemka.

Dengan Edi Yosfi sebagai Komisaris Utama dan AM Hendropriyono sebagai Direktur Utama. Hendropriyono di situs ACE disebutkan pernah menjadi Preskom PT Kia Mobil Indonesia pada 1999-2001.

Namun Hendropriyono membantah mobil yang akan dibangunnya adalah mobil nasional.

β€œSudah beberapa kali dibilang, itu bukan Mobnas (mobil nasional). Itu salah paham saja. Dikira kita seperti ProtonΒ  (Mobnas) bagi Malaysia. Mobil yang akan kita bangun adalah made in Indonesia, titik,” ujarnya.

Halaman 2 dari 4
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads