Dalam keterangan resminya, Ford menjelaskan, kerjasama ini untuk memajukan penggunaan komponen serat karbon. Keduanya akan mulai melakukan penelitian sehingga bisa lebih cepat dalam mengeluarkan mobil berserat karbon.
Nantinya, Ford akan menggabungkan bahan baku dari DowAksa dengan keahlian yang dimiliki Ford dalam hal desain. Sehingga kedepannya akan menghasilkan serat karbon yang ringan tapi tetap memiliki kekuatan dan yang paling penting adalah mengenai efisiensi bahan bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua DowAksa Heinz Heller menambahkan, perjanjian ini menandai lahirnya pengembangan solusi di industri otomotif. "Ford dan DowAksa akan mempercepat pengiriman bahan canggih dan berteknologi tinggi terutama dalam hal ekonomi bahan bakar," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun