Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia, Astrid Ariani Wijana menyatakan alasannya mengapa belum menetapkan target. Menurutnya, MMI masih harus melihat kondisi pasar terlebih dahulu hingga bulan Maret 2015 berakhir.
"Kita masih lihat data industri. Memang Maret tinggal dua hari lagi. Tapi buat kita satu hari juga berharga," ujar Astrid usai acara peremian diler Mazda Tangerang, Senin (30/3/2015) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Astrid melanjutkan, tren industri dua bulan pertama tahun 2015 membuat pihaknya tidak mau gegabah menetapkan target. Namun, ia berharap agar kondisi pasar semakin membaik dan penjualan akan meningkat dari tahun sebelumnya.
"Kita lihat trennya, karena kita lihat penurunan dua bulan pertama cukup parah. Kami berharap tumbuh lagi. Tapi seharusnya tidak beda dengan tahun 2014. Dari beberapa faktor makro harusnya sama," ujarnya.
Sepanjang 2014 itu, penjualan Mazda sekitar 9.000 sampai 10.000 unit. Dengan penjualan sebanyak itu, pangsa pasar yang digenggam pabrikan asal Jepang ini, di Indonesia mencapai 5,4 persen.
Model terlaris pada tahun lalu dicatatkan oleh Mazda CX-5 dan Mazda2. Keduanya memberikan porsi penjualan sekitar 60-62 persen dari total penjualan Mazda Indonesia.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun